KABARBALI.ID – Umat Hindu di Bali memegang teguh kalkulasi Ala-Ayuning Dewasa atau hari baik dan hari kurang baik dalam kalender Bali sebelum memulai berbagai aktivitas, baik itu upacara adat, pembangunan, maupun kegiatan harian.
Berdasarkan kalender Bali pada Kamis, 13 Agustus 2026, terdapat kombinasi wariga yang membawa petunjuk khusus terkait kegiatan yang dianjurkan serta pantangan yang sebaiknya dihindari.
Pada hari ini, umat diimbau untuk tidak menggelar upacara besar khususnya Manusa Yadnya (seperti wiwaha/pernikahan, mapendes/potong gigi, potong rambut) maupun Pitra Yadnya (ngaben, penguburan, nyekah, ngasti). Hal ini dikarenakan adanya pengaruh Salah Wadi, Kala Prawani, dan Kala Temah yang bernilai kurang baik untuk dewasa ayu.
Meski demikian, Kamis (13/8/2026) menjadi hari yang sangat baik (Dauh Ayu) untuk merumuskan awig-awig (peraturan adat), membuat undang-undang, serta memulai pembangunan gedung atau struktur. Hari ini juga bertepatan dengan Banyu Urug yang amat baik untuk membuat bendungan, namun tidak disarankan untuk menggali sumur.
Bagi pengrajin seni dan petani, Kala Kilang-kilung dan Pepedan memberikan pengaruh baik untuk membuat kerajinan anyaman (seperti barong dan bakul/sok), serta membuka lahan pertanian baru. Sementara Sri Murti dan Sri Tumpuk sangat baik untuk mempersembahkan yadnya di lumbung kepada Dewi Sri serta memikat burung.
Guna mempertahankan kedamaian diri dan lingkungan, masyarakat diimbau untuk menjaga ucapan dan tidak berbicara hal-hal yang tidak perlu akibat pengaruh Kala Macan. (kb/red)
Banyu Urug: Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur.
Dauh Ayu: Baik untuk membuat awig-awig, peraturan-peraturan atau undang-undang, serta baik untuk membangun.
Kala Kilang-kilung: Baik untuk membuat barong, membuat sok (bakul), dan segala bentuk anyam-anyaman.
Kala Macan: Baik untuk membuat segala yang menakutkan, senjata seperti tombak, keris, dan lelakut (orang-orangan sawah). Tidak baik untuk berbicara yang tidak perlu.
Kala Mereng: Tidak baik untuk bercocok tanam.
Kala Prawani: Tidak baik untuk semua kegiatan karena mengandung pengaruh yang kurang baik.
Kala Sudangastra: Baik untuk membuat alat-alat yang runcing.
Kala Temah: Tidak baik untuk dewasa ayu.
Pepedan: Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
Salah Wadi: Tidak baik melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut, dll.) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dll.).
Sri Murti: Baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri di lumbung.
Sri Tumpuk: Baik untuk mencari burung (mepikat).
Unsur Pedewasan Lainnya:
Pararasan: Laku Bumi
Pancasuda: Lebu Katiup Angin
Ekajalaresi: Tininggalin Suka
Pratiti: Bhawa (Kab).