BADUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung secara serius menjajaki kerja sama internasional dengan Pemerintah Inggris guna mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas serta mendorong pengembangan transportasi berkelanjutan berbasis emisi rendah di kawasan pariwisata.
Penjajakan strategis tersebut ditandai dengan kunjungan resmi delegasi Kedutaan Besar Inggris yang dipimpin oleh Minister Counsellor for Development, Peter Rajadiston, bersama tim teknis dan mitra pelaksana dari PwC di Ruang Kriya Gosana I, Puspem Badung, Jumat (21/8/2026).
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang didampingi jajaran Asisten Sekda serta Kepala Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan Badung, menyambut hangat kedatangan delegasi tersebut. Bupati menegaskan bahwa sterilisasi ruang jalan dari parkir liar menjadi prasyarat mutlak sebelum menerapkan moda transportasi publik berbasis jalur khusus atau trem.
“Langkah awal kami adalah mengamankan ruang jalan dari parkir liar. Transportasi publik tidak akan efektif jika langsung diterapkan tanpa jalur khusus yang steril. Jika ruang jalan sudah steril, barulah kita terapkan moda transportasi khusus tersebut,” tegas Adi Arnawa.
Guna mendukung skema tersebut, Pemkab Badung kini tengah mematangkan penyediaan kantong parkir terpadu (center park) di beberapa lahan strategis kawasan pariwisata Kuta dan pusat perbelanjaan untuk mengalihkan kendaraan dari badan jalan.
Sementara itu, Minister Counsellor for Development Kedutaan Besar Inggris, Peter Rajadiston, mengapresiasi visi Bupati Badung dan menegaskan komitmen negaranya dalam memberikan bantuan teknis bagi pengembangan kawasan Ultra Low Emission Zone (ULEZ) serta transisi sistem transportasi publik rendah karbon.
Kemitraan internasional ini merupakan tindak lanjut dari Strategic Partnership Indonesia-Inggris sekaligus rangkaian dari London Climate Action Week, yang diharapkan mampu memperkokoh posisi Badung sebagai destinasi wisata kelas dunia yang adaptif terhadap tantangan iklim global. (Gus-Kab).