Pusat Kebugaran di Gianyar Diserbu Rating Buruk Usai Pengurus Usir WNA Diduga Tentara Israel, Polisi Masih Pendalaman

Tangkapan layar video viral aksi pengusiran WNA yang diduga warga negara Israel dan anggota IDF oleh pengelola gym di kawasan Desa Kemenuh, Sukawati, Gianyar, Bali. (Foto: Dok. Istimewa / kabarbali.id)

GIANYAR, KABARBALI.ID – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video yang memperlihatkan pemilik pusat kebugaran (gym) di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, mengusir tiga warga negara asing (WNA) yang diduga berasal dari Israel.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @gazaupdate, pemilik Ayenda Gym, Samir (32), tampak beradu argumen dengan salah satu pria asing sebelum akhirnya meminta mereka meninggalkan lokasi.

Samir menegaskan, tindakan tegas tersebut diambil karena ketiga WNA tersebut diduga merupakan anggota Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sekaligus merespons sikap salah satu dari mereka yang dilaporkan bersikap kasar terhadap karyawan lokal.

“Kalian bertugas di IDF? Jadi saya tidak membahas. Kalian bahkan tidak diizinkan berada di negara ini. Dan bersyukur, karena saya tidak melibatkan polisi,” tegas Samir dalam rekaman video tersebut, Rabu (19/8/2026).

Melalui video klarifikasi lanjutan, Samir menepis tuduhan bahwa aksinya didasari oleh diskriminasi agama. Ia menekankan bahwa penolakannya murni terkait dengan aktivitas IDF serta perlindungan terhadap martabat staf lokalnya.

“Saya katakan tentang orang Israel dan IDF, bukan tentang agama. Tapi mereka selalu membingkainya sebagai masalah agama,” ungkapnya.

Buntut dari kejadian yang viral tersebut, halaman Google Maps Ayenda Gym dilaporkan mendapat gelombang ulasan negatif (review bomb) serta tuduhan rasisme dari sejumlah akun WNA di ruang digital.

Menanggapi polemik yang menyita perhatian publik ini, Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita, menyatakan bahwa kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman informasi mengenai peristiwa tersebut.

“Terkait hal ini kami masih konfirmasi. Sampai saat ini belum ada pengaduan resmi yang masuk, baik ke Polsek Sukawati maupun ke Polres Gianyar,” terang Ipda Gusti Ngurah Suardita. (Tut-Kab).

kabar Lainnya