KARANGASEM, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Karangasem terus berupaya mendekatkan jangkauan pelayanan medis dasar maupun spesialis hingga ke wilayah pesisir dan pelosok desa. Dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem berkolaborasi dengan organisasi profesi kesehatan menggelar Bakti Sosial Kesehatan Terpadu di Banjar Batu Kori, Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan kemanusiaan tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa (Guru Pandu). Kehadiran pimpinan daerah ini menegaskan komitmen Pemkab Karangasem dalam memberikan jaminan serta kemudahan akses kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pelaksanaan bakti sosial terpadu ini sengaja disebar di beberapa titik strategis guna mengoptimalkan jangkauan sasaran, meliputi Kampung Nelayan Merah Putih, SD Negeri 2 Seraya Timur, SMPN 6 Amlapura, serta aksi door-to-door atau kunjungan langsung ke rumah warga untuk pelayanan kesehatan jiwa.
Di lokasi Kampung Nelayan Merah Putih, masyarakat lokal mendapatkan beragam intervensi medis secara gratis, di antaranya:
Pemeriksaan umum dan konsultasi dokter spesialis
Pelayanan kefarmasian dan pengobatan komplementer
Posyandu dan penyuluhan gizi keluarga
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD)
Penyerahan bantuan paket sembako khusus lansia
Tidak hanya berfokus pada pengobatan medis warga dewasa dan lansia, baksos ini juga menyasar sektor pendidikan. Para siswa di SDN 2 Seraya Timur dan SMPN 6 Amlapura diberikan edukasi kebersihan lingkungan, penyuluhan kesehatan gigi lengkap dengan pembagian paket sikat gigi, serta penambahan nutrisi gizi sekolah.
Di sisi lain, tim medis gabungan juga melakukan kunjungan langsung (home visit) ke rumah-rumah krama yang membutuhkan penanganan kesehatan jiwa khusus.
Wabup Guru Pandu mengapresiasi tinggi sinergi para tenaga kesehatan dan organisasi profesi yang terlibat. Menurutnya, aksi kolaboratif ini tidak sekadar bentuk peringatan seremoni kemerdekaan, melainkan wujud nyata kebersamaan dan kegotongroyongan dalam membangun masyarakat Karangasem yang sehat, tangguh, dan sejahtera secara merata. (Kaa-Kab).