Mesin Pirolisis Ngegas, Fokus Bersihkan Tumpukan Residu Sebelum Terima Sampah Desa

Tumpukan residu sampah toss center menunggu proses pirolisis. foto kabarbali.id

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Beroperasinya mesin pirolisis pengolah sampah di TOSS Center Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, memantik harapan baru bagi pemerintah desa di Kabupaten Klungkung. Sejumlah desa berharap dapat segera kembali mengirimkan sampah residunya ke fasilitas pengolahan modern tersebut.

Sebagaimana diketahui, sejak pertengahan Februari 2026 lalu, TOSS Center resmi menghentikan sementara penerimaan sampah residu dari 15 desa.

Belasan desa terdampak tersebut meliputi Desa Paksebali, Selat, Dawan Kaler, Aan, Tojan, Akah, Negari, Kampung Gelgel, Tihingan, Besan, Nyalian, Dawan Klod, Tangkas, Pesinggahan, dan Desa Bungbungan.

Menanggapi tingginya desakan dari pemerintah desa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung, Dewa Komang Aswin, meminta para perbekel dan krama desa untuk sedikit bersabar.

Dewa Aswin menjelaskan bahwa uji coba mesin pirolisis berkapasitas 750 kilogram per proses sudah berjalan penuh dalam dua pekan terakhir, disusul dengan pengoperasian mesin berkapasitas empat ton. Namun, prioritas utama saat ini adalah menghabiskan gunungan sampah lama yang sudah terlanjur menumpuk di area TOSS Center.

“Mohon bersabar, saat ini mesin sudah mulai gas hidup terus. Sementara kami tuntaskan dulu sampah yang menumpuk di TOSS agar area bersih, baru setelah itu sampah dari desa bisa masuk lagi,” tegas Dewa Komang Aswin, Kamis (30/7/2026).

Pihak DLHP Klungkung saat ini tengah merancang skema dan jadwal bertahap bagi desa-desa terkait pengiriman residu ke TOSS Center pasca penanganan tumpukan internal selesai. Evaluasi secara berkala juga akan terus dilakukan guna memastikan jenis sampah lain dapat terakomodasi.

Proyeksi 168 Ton Sampah Perhari

Sementara itu, Direktur PT Inpac Solutions Indo, Anak Agung Pablo Subamia, menambahkan bahwa dua unit mesin yang telah terpasang ditargetkan mengolah 26 hingga 30 ton sampah per hari. Untuk mencapai target tersebut, operasional mesin digenjot menggunakan sistem dua shift selama 16 jam kerja.

“Pemasangan alat on progress dan siap beroperasi penuh akhir bulan ini. Jika empat unit mesin nantinya sudah terpasang lengkap, proyeksi kapasitas olahnya bisa menembus hingga 168 ton sampah per hari,” terang Pablo.

Ia juga mengonfirmasi bahwa produk bahan bakar minyak (BBM) hasil olahan teknologi pirolisis di TOSS Center saat ini masih menjalani uji laboratorium secara intensif guna memastikan kualitasnya memenuhi kualifikasi mutu industri dan aman dimanfaatkan. (Sta-Kab).

kabar Lainnya