Sempat Vakum Lama, Kesenian Genjek Manduang ‘Guncang’ Panggung Semarapura Festival ke-8!

Genjek Manduang bangkit dan tampil memukau di Semarapura Festival ke-8

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Panggung utama Semarapura Festival ke-8 mendadak riuh dengan harmoni vokal dan suara tiruan gamelan (cipak) yang energetik pada Kamis (30/4/2026). Adalah Sekaa Genjek Gita Sunari dari Desa Wisata Manduang yang berhasil mencuri perhatian ribuan pengunjung serta jajaran pimpinan daerah Kabupaten Klungkung.

Penampilan memukau ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Klungkung I Made Satria dan Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra. Menurut Bupati Satria, kehadiran Genjek Manduang merupakan simbol hidupnya kreativitas kolektif dan semangat kebersamaan masyarakat pedesaan.

“Saya sangat mengapresiasi penampilan Sekaa Genjek Gita Sunari. Ini adalah bukti nyata bahwa potensi seni budaya di desa wisata kita sangat luar biasa,” ujar Bupati Satria di sela-sela acara.

Dukungan Pemerintah untuk Wisata Unggulan

Penampilan memukau Genjek Manduang mendapat apresiasi langsung dari Bupati Klungkung I Made Satria dan Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra. (30/4/2026)

Bupati Satria menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Klungkung berkomitmen untuk mendorong kesenian tradisional agar tidak hanya jago kandang. Ia berharap Genjek Manduang bisa menjadi daya tarik wisata unggulan yang dikenal secara luas.

“Pemerintah akan terus mendukung agar kesenian seperti ini tampil di berbagai ajang nasional maupun internasional sebagai identitas kuat pariwisata Klungkung,” imbuhnya.

Momentum Kebangkitan Setelah Vakum

Kebangkitan kesenian ini tidak lepas dari peran Forum Komunikasi Desa Wisata (FORKOMDEWI) Kabupaten Klungkung. Ketua FORKOMDEWI Klungkung, I Ketut Sukadana, menyebutkan bahwa pementasan di Semarapura Festival adalah momentum bersejarah bagi Desa Wisata Manduang.

“Setelah sempat vakum cukup lama, kesenian Genjek ini berhasil dibangkitkan kembali berkat kolaborasi tim kreatif FORKOMDEWI dengan Sanggar Seni Wijaya Kusuma. Kami akan terus menggali potensi kearifan lokal di tiap desa wisata agar tetap konsisten tampil di ajang seremonial maupun pariwisata,” kata Sukadana.

Di penghujung pementasan, suasana khidmat terasa saat Bupati Satria didampingi Ny. Eva Satria dan Wabup Tjok Surya menyerahkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kepada delapan penerima sebagai bentuk perlindungan hukum atas karya budaya dan kreativitas warga Klungkung. (Sta-Kab).

kabar Lainnya