Tutup Bulan Bung Karno 2026, Pemkab Klungkung Ajak Generasi Muda Implementasikan Konsep Trisakti

Kaban Kesbangpol Klungkung Sweta Negara resmi menutup Bulan Bung Karno ke-VIII Tahun 2026

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Rangkaian kegiatan Peringatan Bulan Bung Karno ke-VIII Tahun 2026 di Kabupaten Klungkung resmi berakhir. Rangkaian acara tersebut ditutup secara khidmat dalam sebuah seremoni di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kania, Klungkung, Selasa (30/6/2026).

Acara penutupan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klungkung, Drs. I Dewa Ketut Sueta Negara, yang hadir mewakili Bupati Klungkung.

Agenda ini turut dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Penutupan acara dirangkaikan dengan penyerahan piala dan penghargaan kepada para pemenang berbagai perlombaan yang diikuti oleh peserta didik mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK/MA se-Kabupaten Klungkung.

Bukan Sekadar Kompetisi, Melainkan Internalisasi Nilai

Dalam sambutan tertulis Bupati Klungkung yang dibacakan oleh Kaban Kesbangpol I Dewa Ketut Sueta Negara, ditegaskan bahwa pelaksanaan berbagai lomba selama Bulan Bung Karno bukan sekadar kompetisi rutin untuk memperebutkan gelar juara.

Lebih dari itu, kegiatan ini dinilai sebagai sarana dan instrumen strategis untuk menanamkan serta menginternalisasikan nilai-nilai luhur ajaran sang Proklamator kepada generasi muda sejak dini.

“Tujuan utama dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah agar para peserta didik mampu memahami, meresapi, dan mengimplementasikan konsep gagasan Trisakti yang dicetuskan oleh Proklamator Ir. Soekarno dalam kehidupan mereka sehari-hari,” urai Sueta Negara.

Tiga Pilar Trisakti Bung Karno sebagai Fondasi Generasi Muda

Lebih lanjut, Sweta Negara memaparkan bahwa konsep Trisakti Bung Karno mengandung tiga pilar utama yang sangat relevan untuk menghadapi tantangan zaman modern bagi generasi penerus bangsa.

Tiga pilar tersebut meliputi: Berdaulat di bidang politik, Berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) di bidang ekonomi, serta Berkepribadian dalam kebudayaan.

Melalui momentum tahunan ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap semangat nasionalisme yang kokoh dan pemahaman ideologi Pancasila yang mendalam tidak berhenti sebagai slogan semata, melainkan terus tumbuh dan diaktualisasikan secara nyata oleh generasi muda pembawa masa depan daerah. (Sta-Kab)

kabar Lainnya