Update Kebakaran KMP Putri Yasmin: Satu Korban Selamat Usai Tak Jadi Naik Kapal, 4 Orang Masih Dicari

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di perairan Selat Lombok untuk mencari 4 korban terbakarnya KMP Putri Yasmin, Sabtu (15/8/2026).

MATARAM, KABARBALI Perkembangan terbaru operasi pencarian dan pertolongan (SAR) insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok mencatat perubahan jumlah korban hilang. Dari lima orang yang sebelumnya dinyatakan hilang, satu di antaranya dipastikan selamat setelah dikonfirmasi tidak berada di dalam kapal saat musibah terjadi.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menyampaikan bahwa korban selamat atas nama I Ratu Agung Ayu Sekar (21), warga Kota Mataram, telah dilaporkan kembali ke rumahnya dengan selamat oleh pihak keluarga.

“Berdasarkan informasi yang diterima Posko SAR, saudari Ayu memang sempat membeli tiket KMP Putri Yasmin sehingga namanya tercatat di manifes. Namun, karena ada perubahan rencana, ia berangkat lebih awal pada 9 Agustus 2026 menggunakan kapal lain,” terang Hariyadi, Sabtu (15/8/2026).

Dengan adanya kepastian informasi tersebut, jumlah korban yang masih dalam pencarian Tim SAR gabungan kini tersisa empat orang.

Seluruh korban merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), yaitu Yasir Arafat (37) asal Mataram, Selvina Rambu Mayi (28) asal Sumba, I Made Sutarjana (55) asal Denpasar, dan Slamet Yulianto (41) asal Denpasar.

Insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin terjadi pada Rabu (12/8/2026) lalu di kawasan perairan Selat Lombok (wilayah Sekotong) saat melayani pelayaran rute Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kebakaran hebat di atas kapal diduga kuat dipicu oleh kemunculan titik api dari salah satu unit truk box yang terparkir di dek kendaraan kapal.

Saat kejadian berlangsung, evakuasi darurat langsung dikerahkan secara masif dengan melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polairud, serta dibantu kapal-kapal komersial dan yacht yang berada di lintasan perairan tersebut.

Sebelumnya, sebanyak 211 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara satu penumpang wanita bernama Indah Dwi Septiani dinyatakan meninggal dunia saat evakuasi awal.

Hingga saat ini, Tim SAR gabungan terus mengintensifkan penyisiran di sekitar area titik koordinat kejadian di Selat Lombok untuk menemukan keberadaan empat korban hilang tersebut.

Adapun proses investigasi mendalam terkait penyebab pasti timbulnya api masih ditangani oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar. (Kri-Kab).

kabar Lainnya