

KABARBALI.ID – Dalam tata kehidupan masyarakat Bali, perhitungan Ala-Ayuning Dewasa (kalender astronomi dan astrologi Bali) menjadi acuan penting untuk memilih hari baik (dewasa ayu) sebelum memulai suatu pekerjaan, baik untuk urusan pertanian, pertukangan, maupun pelaksanaan upacara keagamaan (yadnya).
Berikut rincian perhitungan Ala-Ayuning Dewasa untuk hari Selasa, 20 Oktober 2026 (Selasa Umanis Dukut):
Pada hari ini terdapat beberapa penanggalan yang menyarankan untuk menunda kegiatan penting atau pelaksanaan upacara:
Purwanin Dina, Dina Carik, & Geheng Manyinget: Mengindikasikan hari yang tidak baik dipakai sebagai dewasa ayu. Segala pekerjaan penting dan pelaksanaan yadnya sebaiknya dihindari karena berpotensi menemui banyak gangguan.
Kala Sor & Lebur Awu: Tidak baik untuk memulai pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan tanah (seperti membajak/bercocok tanam), membangun rumah, mengatapi rumah, mengadakan pertemuan, serta menggelar upacara wiwaha (pernikahan).
Dadig Krana: Tidak baik untuk upacara/yadnya, rapat/pertemuan, maupun berenggama.
Geni Murub & Gni Rawana Jejepan: Sangat baik untuk memulai pekerjaan yang memanfaatkan media api, seperti membakar bata mentah, genteng, keramik, gerabah, atau aktivitas pande besi. Namun, pantang digunakan untuk mengatapi rumah, melaspas, atau bercocok tanam.
Macekan Agung: Sangat baik untuk membuat benda-benda runcing atau sakral untuk pura, seperti pengawin, tombak, dan senjata pengider-ider.
Pepedan: Tidak baik untuk membuat peralatan dari bahan besi.
Pamacekan & Pepedan: Baik untuk mulai mengerjakan sawah/tegalan, membuat tombak penangkap ikan, serta membuka lahan pertanian baru.
Taliwangke & Lebur Awu: Baik untuk memasang tali penghambat di sawah/kebun, memperbaiki pagar, membuat tali pengikat padi/benda mati, serta membangun saluran irigasi. Namun, tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun atau membuat tali penambat ternak.
Dadig Krana & Kala Buingrau: Baik untuk menanam tebu, mentimun, menebang kayu, membuat bubu ikan, serta memuja pitra.
Pararasan (Aras Tuding): Menunjukkan sifat yang tegas dan sering menjadi teladan atau petunjuk bagi orang lain.
Pancasuda (Sumur Sinaba): Melambangkan kepandai dan wawasan luas, sehingga sering menjadi tempat bertanya dan sumber ilmu bagi sesama.
Ekajalaresi (Suka Pinanggih): Membawa kebahagiaan dan kelancaran dalam usaha.
Pratiti (Nama Rupa): Menggambarkan dinamika perkembangan fisik dan mental. (Kab/Red).