

KABARBALI.ID – Memasuki hari Selasa, 3 November 2026, umat Hindu di Bali yang merencanakan berbagai kegiatan perlu memperhatikan rincian Ala-Ayuning Dewasa dalam perhitungan wariga. Pada hari ini, unsur pantangan Salah Wadi masih tercatat berlaku, sehingga pelaksanaan upacara besar seperti Manusa Yadnya (pernikahan, potong gigi) maupun Pitra Yadnya (ngaben, penguburan) dianjurkan untuk ditunda.
Kendati demikian, terdapat sejumlah dewasa ayu atau hari baik spesifik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas tertentu, mulai dari urusan pertanian hingga pembangunan.
Banyu Urug: Baik untuk membuat bendungan, tidak baik untuk membuat sumur (Alahing dewasa 3).
Carik Walangati: Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben, dan membangun rumah (Alahing dewasa 3).
Geni Rawana: Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api; tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, atau bercocok tanam (Alahing dewasa 2).
Kala Empas Munggah: Baik untuk membangun rumah, namun tidak baik untuk memetik buah-buahan (Alahing dewasa 4).
Kala Jangkut: Baik untuk membuat pencar, jaring, atau senjata (Alahing dewasa 4).
Kala Klingkung: Baik untuk mencuri demi kepentingan umum yang bertujuan baik (Alahing dewasa 3).
Kala Luang: Baik untuk membuat terowongan, menanam ketela, atau umbi-umbian (Alahing dewasa 3).
Kala Sor: Tidak baik untuk bekerja yang hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, atau membuat terowongan (Alahing dewasa 3).
Kala Timpang: Baik untuk membuat senjata, membuat/memasang ranjau, guna-guna, meramu sadek, atau memasang larangan pada tanaman; tidak baik untuk berburu (Alahing dewasa 3).
Karna Sula: Tidak baik untuk melangsungkan perkawinan, mengambil/menangkap/membeli binatang peliharaan, mengadakan pertemuan/rapat, atau berbicara kepada orang lain (Alahing dewasa 2).
Pepedan: Baik untuk membuka lahan pertanian baru, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi (Alahing dewasa 3).
Salah Wadi: Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut, dll.) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dll.) (Alahing dewasa 3).
Taliwangke: Baik untuk memasang tali penghambat di sawah/kebun, memperbaiki pagar, atau membuat tali pengikat padi/benda mati; tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun atau membuat tali ternak (Alahing dewasa 3).
Titibuwuk: Baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya; tidak baik untuk memulai pekerjaan penting, bepergian, atau membuat tangga/banggul (Alahing dewasa 3).
Kombinasi unsur harian pada hari ini ditaungi oleh Pararasan: Laku Bumi, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Manggih Suka (mendapatkan kesenangan), dengan pratiti Nama Rupa.
Meskipun dinamika hari ini diwarnai oleh beberapa pantangan pembatasan aktivitas (Salah Wadi dan Karna Sula), masyarakat tetap dapat memanfaatkan momentum Kala Empas Munggah untuk pembangunan fisik tertentu atau Pepedan bagi pembukaan lahan pertanian dengan tetap memperhatikan petunjuk wariga. (Kab/Red).