Sistem Pompa Tukad Mati Disiagakan, Proyek Anti-Banjir Dewi Sri Kuta Dikebut Jelang Musim Penghujan

Pekerjaan proyek normalisasi dan pembangunan sistem drainase pengendali banjir di kawasan Dewi Sri, Kuta, Badung. (Foto: kabarbali.id)

BADUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menggenjot pengerjaan proyek drainase pengendali banjir di kawasan Dewi Sri dan sekitarnya, Kecamatan Kuta. Langkah taktis ini dikebut sebagai upaya antisipasi dini menghadapi datangnya musim hujan dengan target penyelesaian secara tuntas pada akhir tahun 2026.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Badung, Anak Agung Rama Putra, mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik di lapangan saat ini menunjukkan progres yang signifikan.

“Kalau di Dewi Sri, progres sudah 70 persen. Nanti rampung,” ujar Anak Agung Rama Putra, Senin (26/10/2026).

Proyek strategis yang telah dimulai sejak Juni 2026 ini mencakup sejumlah titik krusial, mulai dari Jalan Dewi Sri 1 hingga 4, Jalan Pandawa, hingga Jalan Campuhan. Berdasarkan hasil pengkajian teknis, kawasan tersebut memiliki kontur cekungan sedalam 60 sentimeter yang kerap memicu genangan air meskipun curah hujan tergolong ringan.

Normalisasi Saluran dan Optimalisasi Pompa Tukad Mati

Selain faktor kontur lahan, pemicu genangan di kawasan wisata tersebut juga disebabkan oleh tingginya endapan sedimentasi pada saluran drainase eksisting yang sempit. Dalam pengerjaannya, saluran air yang sebelumnya tertutup kini dilebarkan secara signifikan hingga mencapai 1,5 meter untuk memperbesar kapasitas debit air.

“Memang cekungan di sana, sehingga hujan sedikit pun pasti ada genangan, terutama di Jalan Campuhan, Dewi Sri 1 sampai 4, dan depan Hotel Paragon. Langkah kami seluruhnya itu kami buat sistem drainase, yang akhirnya sampai di pompa kami,” jelas Gung Rama.

Sebagai solusi terpadu, sistem pengendalian banjir ini nantinya akan diintegrasikan dengan instalasi rumah pompa di pinggir Tukad Mati. Air dari titik-titik genangan akan dialirkan melalui saluran utama, ditampung pada titik terendah, lalu ditarik dan dipompa ke hilir sungai agar tidak meluap ke badan jalan maupun permukiman warga.

Pihaknya juga melakukan rehabilitasi terhadap perangkat mesin pompa existing yang ada di sekitar Tukad Mati guna memaksimalkan daya sedot dan kelancaran aliran air.

Melalui penataan infrastruktur yang komprehensif ini, Pemkab Badung berharap insiden genangan parah seperti yang sempat terjadi pada September 2025 tidak terulang kembali, sekaligus memberikan perlindungan permanen bagi kawasan permukiman dan pusat aktivitas pariwisata di Gumi Keris. (Gus-Kab).

kabar Lainnya