

DENPASAR, KABARBALI.ID – Gubernur Bali Wayan Koster memberikan apresiasi tinggi atas prestasi membanggakan yang ditorehkan oleh bartender asal Bali, Gede Rico Hardiana Widnyana. Rico sukses meraih juara kedua dunia dalam ajang bergengsi The TDuB World Championship – Grand Finals di Las Vegas, Amerika Serikat.
Apresiasi tersebut disampaikan secara langsung oleh Gubernur Koster saat menerima kunjungan para bartender berprestasi di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Senin (26/10/2026) pagi. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur turut didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Ngurah Wiryanata.
Gubernur Koster menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah kreatif generasi muda Bali yang tidak hanya mengejar prestasi di kancah internasional, tetapi juga aktif membawa misi memperkenalkan produk unggulan lokal, khususnya Arak Bali, ke masyarakat dunia.
Menurut Koster, keikutsertaan para bartender dalam kompetisi global merupakan peluang strategis. Melalui seni meracik minuman (mixology) dan flair bartending, produk lokal dapat diperkenalkan secara elegan dengan tetap mengangkat karakter serta nilai budaya Bali.
“Gubernur Koster berharap prestasi yang diraih bartender Bali dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan keterampilan, meningkatkan daya saing, dan berani tampil di tingkat internasional,” demikian ditekankan dalam poin evaluasi kegiatan tersebut. Keberhasilan ini diyakini mampu memperkuat citra Arak Bali sekaligus membuka jalur promosi dan perluasan pasar di luar negeri.
Menyusul keberhasilan di Amerika Serikat, tiga bartender asal Bali—yakni Gede Rico Hardiana Widnyana, I Wayan Eka Darmawan, dan I Kadek Suniantara—bersiap untuk kembali mengharumkan nama bangsa. Ketiganya dijadwalkan mengikuti ajang FOOD TOWN Flair Challenge IV di Polandia pada 18–19 November 2026, dan direncanakan bertolak dari Bali pada 16 November mendatang.
Sebelumnya, dalam kejuaraan di Circus Circus Hotel and Casino, Las Vegas, Nevada, AS—yang merupakan bagian dari Grand Slam World Flair Association dan diikuti oleh 33 peserta dari 18 negara—Bali mengirimkan dua wakil. Rico berhasil keluar sebagai juara kedua dan membawa pulang sabuk perak (silver championship belt) serta hadiah uang tunai sebesar US$4.000.
Rico menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Gubernur Bali atas dukungan moral dan fasilitas yang diberikan sehingga ia dapat mewujudkan impiannya meraih prestasi dunia.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Bali atas dukungan, doa, dan support yang diberikan sehingga saya bisa berangkat ke Las Vegas. Berkat dukungan Bapak Gubernur, mimpi saya bisa terwujud,” ungkap Rico penuh syukur. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengusung slogan “Semangat untuk anak muda, karena Bali itu keren. Arak Bali, local to global.”
Selain berlomba, Rico dan Eka Darmawan juga memanfaatkan momentum di Las Vegas untuk menggelar aksi amal di Circus Circus Hotel. Dalam kegiatan sosial tersebut, keduanya meracik minuman istimewa berbahan dasar Arak Bali di hadapan para peserta dan pengunjung internasional.
Hasilnya, empat botol koktail racikan berbahan Arak Bali berhasil dilelang dengan perolehan total US$400 (sekitar Rp7,22 juta). Seluruh dana hasil lelang didonasikan untuk kegiatan amal, sekaligus menjadi strategi promosi produk tradisional Bali melalui pendekatan sosial yang kreatif.
Pendiri Doctorbar, Gede Ngurah Udayana, menambahkan bahwa keikutsertaan para bartender ini murni tidak hanya mengejar trofi kompetisi, melainkan mengusung misi budaya. Penggunaan Arak Bali dalam industri mixology modern membuktikan bahwa produk tradisional daerah memiliki potensi ekonomi dan daya saing global yang sangat tinggi.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali, keikutsertaan tiga bartender dalam kompetisi di Polandia diharapkan mampu melanjutkan tren positif, sekaligus mengangkat harkat martabat produk lokal di panggung dunia. (Rls-Kab).