Anggaran Terbatas, Dinas PUPR Buleleng Terapkan Skala Prioritas Tangani Jalan Rusak hingga Irigasi

Dinas PUPR Buleleng petakan 300 km jalan rusak dan siapkan Rp 63 miliar untuk perbaikan jalan, jembatan, serta penataan Lovina

BULELENG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (Puprperkim) terus memacu akselerasi pembangunan infrastruktur daerah. Di tengah tantangan keterbatasan anggaran, sejumlah proyek strategis tahun anggaran 2026 mulai digulirkan secara bertahap berbasis skala prioritas di seluruh kecamatan.

Kepala Dinas Puprperkim Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, menjelaskan bahwa pemetaan kebutuhan infrastruktur mendesak telah rampung dilakukan. Fokus penanganan tahun ini diarahkan pada pemulihan ruas jalan rusak parah, rehabilitasi jaringan jembatan, ketahanan pangan lewat irigasi, hingga penataan wajah kota dan kawasan pariwisata.

“Saat ini beberapa paket pekerjaan sudah memasuki tahap kontrak dan mulai dikerjakan. Penanganan jalan rusak dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas yang telah dipetakan di masing-masing kecamatan,” ujar Putu Adiptha, Selasa (23/6/2026).

Kucurkan Rp 63 Miliar untuk Jalan dan Jembatan

Untuk pos perbaikan jalan dan jembatan, Dinas Puprperkim mengalokasikan anggaran sekitar Rp 63 miliar. Salah satu titik utama yang dikebut adalah kelanjutan pengerjaan bagian bawah ruas jalan di wilayah Lemukih, yang berada di sekitar kawasan Menara Turyapada.

Selain akses jalan, dua infrastruktur jembatan vital yang menjadi prioritas perbaikan tahun ini adalah:

1. Jembatan Banyuasri: Diperbaiki guna memperlancar mobilitas perkotaan.

2. Jembatan Tejakula: Direhabilitasi untuk mendukung konektivitas ekonomi masyarakat di Buleleng timur.

Sementara di sektor sumber daya air untuk mendukung ketahanan pangan, pemerintah memprioritaskan rehabilitasi pada 35 ruas jaringan irigasi yang tersebar di subak-subak seluruh Buleleng guna menjaga pasokan air para petani saat musim kemarau.

Wajah Baru Lovina dan Sentra Angkringan Malam Pabean

Tak hanya infrastruktur dasar, penataan estetika kota dan destinasi wisata tak luput dari perhatian. Progres penataan Kawasan Titik Nol Singaraja (Tugu Singa Ambara Raja) kini dikebut untuk memperkuat identitas kota.

Sementara itu, kawasan wisata Lovina dipastikan hampir rampung ditata dari Jalan Mawar hingga sisi barat Tasik Madu guna menyambut gelaran Lovina Festival. Penataan ini mencakup fasilitas publik dan pemasangan lampu penerangan bertenaga surya (solar cell) demi menghemat beban APBD jangka panjang.

Menariknya, kawasan Jalan Diponegoro hingga kawasan Pabean menuju Pelabuhan Buleleng akan disulap menjadi ruang publik baru. Kawasan bersejarah ini dirancang menjadi sentra angkringan kuliner malam yang fleksibel bagi generasi muda dan pelaku UMKM lokal tanpa mengganggu fungsi jalan pada pagi hingga sore hari.

Gedung bersejarah Mr. I Gusti Ketut Pudja di eks Pelabuhan Buleleng juga akan direvitalisasi total agar siap menjadi venue utama berbagai perhelatan akbar, termasuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali mendatang.

Inovasi Aspal Plastik Hadapi Keterbatasan Dana

Kadis Adiptha tidak menampik bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi batu sandungan utama. Secara riil, total panjang jalan rusak di Buleleng saat ini mencapai kisaran 300 kilometer. Namun dengan kemampuan fiskal daerah saat ini, pemerintah baru mampu menangani sekitar 30 kilometer jalan secara permanen per tahunnya.

“Kami memahami harapan masyarakat sangat besar di Musrenbang, namun tidak semuanya bisa langsung dieksekusi. Oleh sebab itu, kami menerapkan skala prioritas berdasarkan tingkat urgensi,” ungkapnya. Sebagai solusi jangka pendek, tim teknis terus menggencarkan patching atau penambalan lubang jalan demi menekan angka kecelakaan.

Buleleng juga melahirkan terobosan ramah lingkungan dengan mengembangkan teknologi aspal plastik. Inovasi pemanfaatan limbah plastik menjadi material campuran konstruksi jalan ini telah sukses diterapkan di beberapa titik, seperti ruas jalan di Desa Bengkala dan kawasan Pura Segara Rupek.

Guna mempercepat pemerataan pembangunan, Pemkab Buleleng kini membuka lebar pintu kolaborasi bagi sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) serta mengapresiasi tinggi gerakan swadaya yang dilakukan oleh masyarakat secara mandiri. (Kar-Kab).

kabar Lainnya