DENPASAR, KABARBALI.ID – Duta Kabupaten Klungkung sukses menyita perhatian publik dan memicu gemuruh tepuk tangan ribuan penonton dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Penampilan memukau tersebut tersaji dalam Wimbakara (Lomba) Balaganjur Remaja yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar, Kamis (18/6/2026).
Pada kompetisi bergengsi tahun ini, Kabupaten Klungkung diwakili oleh para seniman muda yang tergabung dalam Sekaa Balaganjur Yowana Bala Oncer Ganda, Desa Adat Gelgel, Kecamatan Klungkung. Tampil dengan teknik pukulan (gegedog) yang presisi dan koreografi yang dinamis, mereka membawakan sebuah karya seni musik perkusi Bali bertema “Gandamayu”.

Hadir langsung di tengah-tengah tribun penonton untuk memberikan dukungan moral secara penuh, Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ketua TP PKK Klungkung, Ny. Eva Satria. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menjadi suntikan motivasi ekstra bagi para remaja Gelgel saat berjuang mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
Tema “Gandamayu” yang diangkat dalam kompetisi ini bukan sekadar aransemen musikal biasa, melainkan sebuah karya yang berangkat dari riset mendalam tentang sejarah lokal dan filosofi spiritual yang berakar di Bumi Serombotan.
• Proses Penyucian Jiwa: Secara etimologi, kata “Ganda” berarti bau harum, sedangkan “Mayu” (diambil dari kata mapahayu) berarti proses penyucian atau pengembalian. Secara filosofis, konsep ini merujuk pada fungsi Pura Dalem Gandamayu sebagai tempat suci pemuliaan atma (roh).
• Ritual Laskar Perang: Pura Dalem Gandamayu secara historis merupakan tempat suci pelaksanaan upacara pejayan-jayan (memohon kejayaan dan keselamatan) bagi laskar perang legendaris kebanggaan Kerajaan Gelgel, yaitu Pasukan Pemating dan Pasukan Dulang Mangap.
• Simbol Untaian Jagung: Pasukan elit tersebut dikenal bersenjatakan tombak yang dihiasi dengan untaian helai kulit jagung, yang secara tradisional disebut ganda. Sebagai bentuk penghormatan atas keabadian jiwa paripurna para ksatria, sejarah heroisme ini kemudian diwujudkan ke dalam struktur kesenian Tari Baris Oncer Ganda.
Melalui harmonisasi ritme cecandekan dan dinamika pukulan gong, Sekaa Yowana Bala Oncer Ganda berhasil mentransformasikan nilai-nilai kepahlawanan masa lalu tersebut ke dalam sebuah tontonan yang magis sekaligus edukatif bagi generasi Z saat ini. (Sta-Kab).