KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Rangkaian festival tahunan Surya Metu Fest Vol. III resmi dimulai. Kemeriahan diawali dengan pergelaran Lomba Gebogan tingkat Kecamatan Nusa Penida yang berlangsung penuh warna dan antusiasme di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
Di Pesisir Pantai Tanjung Kerambitan, Desa Adat Dalem Setra Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Kamis (6/8/2026).
Festival yang mengusung tema “Segara Raksha” ini menjadikan Lomba Gebogan sebagai wadah kreativitas sekaligus media edukasi dalam melestarikan seni, budaya, dan tradisi Bali di kepulauan Nusa Penida.
13 kontingen yang mewakili desa adat se-Kecamatan Nusa Penida berpartisipasi dalam ajang ini. Peserta terdiri dari 12 tim kategori Ibu-ibu PKK dan 1 tim perwakilan Sekaa Teruni.
Masing-masing peserta menampilkan susunan gebogan terbaik yang memadukan estetika, kerapian, serta kesucian nilai-nilai tradisi.
Koordinator Panitia Lomba Gebogan, I Dewa Gede Ardha Kencana, menjelaskan bahwa pelaksanaan lomba di tingkat kecamatan ini merupakan bentuk pengembangan dari ajang serupa yang sebelumnya sukses digelar di tingkat Desa Adat Dalem Setra Batununggul.
Melihat tingginya partisipasi dan semangat masyarakat, pihak panitia berharap ajang pelestarian budaya ini dapat ditingkatkan ke skala yang lebih luas pada penyelenggaraan mendatang.
“kami berharap ke depan Lomba Gebogan dapat dikembangkan menjadi ajang tingkat Kabupaten Klungkung,” ujar Dewa Gede Ardha Kencana.
Lomba Gebogan ini menjadi pembuka dari rangkaian Surya Metu Fest Vol. III yang juga menghadirkan beragam kegiatan kebudayaan, aksi lingkungan, kompetisi olahraga, serta pertunjukan seni guna memperkuat semangat Segara Raksha—menjaga keharmonisan antara manusia, budaya, dan alam pesisir Nusa Penida. (San-Kab).