KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Klungkung menunjukkan dukungan penuh dalam pembukaan Festival Semarapura ke-8 yang digelar di depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe, Selasa (28/4/2026) petang.
Kehadiran para wakil rakyat ini membawa misi pengawasan agar event besar tersebut benar-benar menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat.
Dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, kehadiran legislatif ini sekaligus merefleksikan penghormatan terhadap filosofi perjuangan Ida Dewa Agung Jambe yang melakukan perang puputan demi keadilan 118 tahun silam.

Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, menegaskan bahwa Festival Semarapura yang berlangsung dari 28 April hingga 1 Mei 2026 ini memikul tanggung jawab besar. Mengingat anggaran yang dialokasikan cukup signifikan, ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada acara seremonial semata.
“Festival ini harus benar-benar terlaksana dengan baik dan menuai keuntungan untuk masyarakat Klungkung, baik secara ekonomi maupun kepuasan batin. Anggaran besar jangan hanya untuk seremoni, tapi benar-benar memberikan pesta gratis yang berkualitas untuk masyarakat,” ujar Agung Anom di sela-sela pembukaan.
Menurutnya, partisipasi UMKM dan perputaran uang selama empat hari festival harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah guna menggerakkan ekonomi lokal secara nyata.
Dukungan penuh dari legislatif ini juga didasari oleh prestasi mentereng Festival Semarapura yang berhasil masuk dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI selama tiga kali berturut-turut. Tahun ini, Klungkung kembali terpilih sebagai salah satu dari 125 event unggulan nasional.
Deputi Strategi Event Kemenpar RI, Fransiskus Handoko, yang hadir dalam pembukaan, turut mengapresiasi konsistensi tersebut. Ia memproyeksikan festival ini sebagai daya tarik kuat bagi wisatawan mancanegara untuk mengenal tradisi dan seni Klungkung lebih dalam.
Bupati Klungkung, I Made Satria, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tema “Smarana Atita Prabha” (Cahaya Kenangan Masa Lalu) sengaja diangkat untuk mengajak masyarakat merenungkan sejarah sebagai pondasi pembangunan.
Kemeriahan pembukaan semakin terasa dengan pementasan kolosal Adi Mardangga dan Fragmentari “Puputan Klungkung” yang mengharukan, serta Drama Gong “Sari Budaya Nusa Penida”. Suasana malam di Bumi Serombotan semakin semarak dengan penampilan artis Pop Bali seperti Bayu KW, Margi Margiana, dan Bagus Wirata yang menghibur ribuan penonton yang hadir secara gratis. (Sta-Kab).