KABARBALI.ID – Berdasarkan penanggalan tradisional Bali, Jumat, 21 Agustus 2026 mencatatkan beberapa perhitungan ala-ayuning dewasa (hari baik dan buruk) yang menjadi acuan kearifan lokal masyarakat Hindu dalam melaksanakan berbagai aktivitas adat, keagamaan, serta kehidupan sehari-hari.
Pada hari ini, umat Hindu mencatat keberadaan padewasan Dewa Stata yang tergolong baik untuk melaksanakan pelaksanaan Panca Yadnya, khususnya persembahyangan atau Dewa Yadnya. Selain itu, padewasan Pepedan dan Lebur Awu memberikan lampu hijau bagi pelaksanaan pembangunan irigasi serta pembukaan lahan pertanian baru.
Meski demikian, hari ini ditandai dengan sejumlah pantangan (ala) yang terbilang cukup ketat. Perhitungan Kala Tampak, Lebur Awu, dan Salah Wadi secara tegas menyebutkan hari ini tidak baik untuk menggelar upacara wiwaha atau pernikahan.
Demikian pula untuk upacara Manusa Yadnya lainnya (seperti potong gigi/mapendes dan potong rambut) serta Pitra Yadnya (seperti ngaben, atiwa-tiwa, nyekah, atau mengubur mayat) yang disarankan untuk ditunda karena pengaruh padewasan Gagak Anungsang Pati, Kala Gotongan, dan Salah Wadi.
Dewa Stata: Baik untuk melakukan Panca Yadnya, khususnya Dewa Yadnya. (Alahing dewasa 2)
Gagak Anungsang Pati: Tidak baik melakukan upacara membakar mayat atau atiwa-tiwa. (Alahing dewasa 2)
Kala Buingrau: Baik untuk menebang kayu, membuat bubu, dan memuja pitra. Tidak baik untuk membangun atau mengatapi rumah. (Alahing dewasa 4)
Kala Gotongan: Baik untuk memulai suatu usaha baru. Tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat. (Alahing dewasa 4)
Kala Tampak: Tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan). (Alahing dewasa 3)
Kala Temah: Tidak baik untuk dewasa ayu. (Alahing dewasa 3)
Lebur Awu: Tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun atau mengatapi rumah. Baik untuk membangun irigasi. (Alahing dewasa 4)
Pepedan: Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. (Alahing dewasa 3)
Salah Wadi: Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti). (Alahing dewasa 3)
Sri Tumpuk: Baik untuk memikat/mencari burung. (Alahing dewasa 4)
Pararasan: Laku Bulan
Pancasuda: Wisesa Segara
Ekajalaresi: Tininggalin Suka
Pratiti: Widnyana (Kab/Red).