KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Sebagai tulang punggung dan sumber pendapatan utama Kabupaten Klungkung dari sektor pariwisata, wilayah Kepulauan Nusa Penida dipastikan bakal diguyur deretan proyek fisik prestisius pada Tahun Anggaran 2026.
Hal ini sejalan dengan harapan masyarakat ditengah rencana Pemkab Klungkung menggenjot pendapatan daerah dari retribusi pariwisata di Nusa Penida. bahkan, per 12 Agustus ada pungutan khusus ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) sesuai dengan Perda terbaru.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung mengalokasikan anggaran kegiatan fisik terpadu dengan nilai fantastis menembus lebih dari Rp 200 miliar. Alokasi ini difokuskan untuk memperkuat infrastruktur jalan, fasiltas perdagangan modern, layanan air bersih, hingga sarana kesehatan dan pendidikan.
Penggelontoran proyek-proyek prestisius di pulau luar ini sejalan dengan lonjakan signifikan belanja modal APBD Klungkung 2026 yang mencapai Rp 407 miliar—naik hampir tiga kali lipat dibanding tahun 2025 yang hanya sebesar Rp 141 miliar.

Bupati Klungkung, I Made Satria, menegaskan bahwa kebijakan penganggaran ini merupakan wujud keberpihakan dan keadilan anggaran bagi Nusa Penida yang selama ini menjadi kontributor utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Nusa Penida adalah motor penggerak dan sumber pendapatan utama daerah. Melalui APBD 2026, kami mengembalikan hasilnya dalam bentuk pembangunan infrastruktur yang prestisius dan berkualitas. Langkah ini krusial untuk menjaga daya saing kawasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga lokal,” tegas Bupati Satria, Kamis (6/8/2026).
Di sektor pelayanan umum, Pemkab membangun Gedung CSSD RSUD Gema Santi senilai Rp 4,86 miliar, peningkatan sarpras SD-SMP sebesar Rp 7,92 miliar, hingga alokasi perlindungan sosial kepesertaan BPJS Kesehatan senilai Rp 46 miliar lebih dan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 3 miliar lebih bagi pekerja rentan. (Kab/red).