PROBOLINGGO, KABARBALI.ID – Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) menunjukkan perkembangan signifikan. Pembangunan Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang 24 kilometer (km) kini telah rampung dan siap menuju tahap pengoperasian setelah resmi mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Rampungnya dua seksi awal ini menjadi sinyal positif bagi percepatan konektivitas jalur darat Pulau Jawa menuju Bali. Mengacu pada data BPJT, ruas yang siap beroperasi terdiri dari Seksi 1 sepanjang 12,8 km dan Seksi 2 sepanjang 11,2 km.
Meski demikian, masyarakat pengguna jalan belum dapat melintasi ruas baru tersebut dalam waktu dekat. Pengoperasian Tol Prosiwangi Seksi 1 dan 2 masih menunggu penyempurnaan pada Simpang Susun Gending, yang menjadi penghubung utama antara Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) dengan Tol Prosiwangi.
Simpang Susun Gending sebelumnya telah menjalani Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada 16–17 Juli 2026. Tim ULFO meminta PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol melakukan beberapa penyempurnaan, seperti perbaikan rambu, marka jalan, guardrail, penerangan jalan umum, hingga pembersihan sisa material konstruksi.
Secara keseluruhan, Tol Prosiwangi dirancang membentang sepanjang 175,40 km dari Probolinggo hingga Banyuwangi yang terbagi ke dalam tujuh seksi. Selain Seksi 1 dan 2, pembangunan Seksi 3 (Paiton–Besuki) juga telah memasuki tahap akhir dan sedang menjalani proses ULFO.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur tol ini tidak hanya sekadar memangkas waktu tempuh, tetapi juga menjadi instrumen penguat fondasi ekonomi nasional.
Jika seluruh jaringan Tol Prosiwangi kelak tersambung hingga Banyuwangi, waktu tempuh perjalanan menuju pelabuhan penyeberangan ke Bali dipastikan menjadi jauh lebih cepat, efisien, dan mendukung kelancaran distribusi logistik antar-pulau. (Kab/Red).
Sumber : http://PU.GO.ID