KABARBALI.ID – Penyelaras kehidupan masyarakat Bali tidak lepas dari perhitungan wariga atau penanggalan tradisional.
Berdasarkan Kalender Bali, Sabtu, 22 Agustus 2026 bertepatan dengan Saniscara Umanis Wuku Medangkungan (Penanggal 10), sebuah kombinasi wewaran yang menyimpan keunikan karakter, watak kepemimpinan, hingga dinamika rezeki.
Wariga Bali menjelaskan bahwa kelahiran pada hari Sabtu Umanis dinaungi secara khusus oleh Lintang Begoong. Sosok ini dikenal memiliki gaya komunikasi yang lugas dan sangat berorientasi pada hasil nyata.
“Kelahiran Saniscara Umanis di bawah Lintang Begoong itu tipikal orang yang tidak suka bertele-tele atau sekadar teori. Bicaranya mungkin terdengar agak keras atau ‘tembak langsung’, tetapi mereka sangat pintar menyesuaikan diri dengan lingkungan serta punya eksekusi kerja yang kuat,”.
Dipadukan dengan unsur wuku Medangkungan yang berada di bawah naungan Dewa Basuki, sosok kelahiran ini dianugerahi budi pekerti yang jujur, pemikiran yang mantap, serta alur rezeki yang cenderung lancar. Jiwa petualangnya yang tinggi juga membuat mereka kerap memetik kesuksesan di tanah rantau.
Meski demikian, terdapat beberapa catatan kewaspadaan yang perlu diperhatikan. Kombinasi wewaran dan wuku hari ini menandai adanya dinamika internal seperti sifat mudah lupa diri, kecenderungan pamer, hingga tantangan untuk menahan diri dari tindakan yang impulsif.
“Elemen Pararasan Laku Bulan yang menaungi hari ini sebenarnya membawa berkah tersendiri. Mereka termasuk pribadi yang cepat mengerti, serba bisa, dan dicintai masyarakat. Kuncinya ada pada pengendalian emosi dan rasa rendah hati agar rintangan hidup bisa terlewati dengan mulus,”.
Sementara itu, dari sisi Pancasuda Bumi Kepetak, individu ini memiliki daya tahan lahir batin yang tinggi, teguh memegang prinsip, serta tidak gampang menyerah saat diberi tugas berat.
Adapun ditinjau dari Pratiti Saskara, secara umum memberikan umur panjang dan persahabatan yang luas, namun untuk pedewasaan (pemilihan hari baik) disarankan lebih berhati-hati guna menghindari salah paham atau pikiran yang kacau. (Kab/Red).