KABARBALI.ID – Dalam kalender tradisional Bali bertepatan dengan Saniscara Pon wuku Dunggulan.
Bagi krama Bali, hari kelahiran (otonan) bukan sekadar penanda usia, melainkan refleksi spiritual yang dipercaya memengaruhi watak, perjalanan hidup, hingga rezeki seseorang melalui ilmu Pedewasan atau Wariga.
Berdasarkan kombinasi unsur penanggalan wariga Bali pada hari ini, mereka yang lahir pada Sabtu Pon Dunggulan digambarkan sebagai sosok yang memiliki wibawa besar dan berpotensi menjadi pemimpin yang lemah lembut, namun kokoh dalam pendirian.
Di bawah naungan kombinasi Pancasuda: Wisesa Segara dan Pararasan: Laku Air, karakter dasar kelahiran hari ini adalah pemaaf, berwawasan luas, serta memiliki pembawaan yang menyejukkan bagi orang-orang di sekitarnya.
“Mereka memiliki budi pekerti yang sopan santun, dalam perasaannya, serta suka memberikan ampunan kepada sesama. Karakter Laku Air membuat perintahnya dipatuhi dengan sejuk, sehingga kelak sangat mampu memangku tanggung jawab sebagai seorang pemimpin,” tulis ulasan wariga nusantara, Sabtu (20/6/2026).
Sifat-sifat menonjol dan potensi positif dari kelahiran Sabtu Pon ini dipengaruhi secara kuat oleh beberapa elemen penting dalam kalender Bali:
Lintang Sungenge (Bintang Pelindung): Kelahiran ini berada di bawah pengaruh Lintang Sungenge, yang memberikan ketertarikan alami pada keindahan dan benda-benda mulia seperti emas, perak, maupun permata. Kehadiran bintang ini juga memancarkan aura wibawa yang membuat orang lain segan.
Saptawara (Saniscara/Sabtu): Memiliki jalan pikiran yang baik dan bijaksana, sehingga dalam lingkungan pergaulan atau keluarga sering kali dijadikan sebagai sosok pelindung dan tempat bersandar.
Pancawara (Pon): Berjiwa sosial yang tinggi, senang bersenda gurau untuk mencairkan suasana, gemar mencari teman baru, suka berderma (altruis), serta sangat setia dalam membela sahabatnya.
Astawara (Guru): Berpikiran terang dan dikasihani orang. Petuah serta nasihat dari mereka yang lahir hari ini sangat dibutuhkan dan didengarkan oleh orang di sekitarnya.
Meskipun memiliki banyak kelebihan, lintasan wariga juga memetakan beberapa potensi kelemahan yang wajib diwaspadai dan dikendalikan demi menjaga keharmonisan hidup. Di bawah pengaruh Wuku Dunggulan dan manifestasi Dewa Kamajaya, kelahiran ini memiliki watak yang cukup kontradiktif.
Di satu sisi, perasaannya sangat halus, romantis, mencintai anak-anak, mudah jatuh cinta, serta diberkahi kelancaran rezeki. Namun di sisi lain, mereka cenderung memiliki sifat pemarah, sedikit gegabah, cepat tersinggung, serta memiliki riwayat pengelolaan keuangan yang agak boros.
Selain itu, lambang Sangawara: Jangur (Macan/Harimau) dan Caturwara: Jaya juga memicu munculnya ego yang kuat, kencang bertengkar bila beradu argumen, mudah dilingkupi pikiran iri hati, serta agak ceroboh atau pelupa jika sedang terburu-buru. Karakter hidupnya juga dipengaruhi oleh zodiak Gemini, yang terkadang membuat tujuan hidupnya kurang konsisten jika didera rasa bosan.
Dalam hal asmara dan relasi sosial, berdasarkan ramalan bintang penunjang, kelahiran hari ini diprediksi akan menemui kecocokan yang sangat harmonis jika berpasangan dengan mereka yang bernaung di bawah rasi bintang Libra, Aquarius, atau Sagitarius.
Secara umum, pratiti Widnyana meramalkan kelahiran ini memiliki umur yang panjang (dirgayusa) dan dicintai oleh para pandita karena budinya yang lurus. Pihak keluarga dan kerabat dekat juga digambarkan akan selalu siap membantu, sehingga mereka berpotensi besar menemui kebahagiaan sejati.
Kendati demikian, wariga mengingatkan adanya titik rawan atau bahaya (baya) yang patut diwaspadai pihak keluarga pada fase umur 5 hari, 5 bulan, dan 5 tahun. Melalui pemahaman watak ini, krama kelahiran Sabtu Pon diharapkan dapat terus memantapkan tujuan hidup, belajar mengasah kesabaran, serta menekan sifat boros demi mengoptimalkan rezeki berlimpah yang telah digariskan. (Kab).