3 Bandara Indonesia Masuk Daftar Tersibuk di Asia Tenggara Juli 2026, Ngurah Rai Peringkat Kesembilan

Aktivitas pesawat udara di apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Berdasarkan data OAG Juli 2026, Bandara Ngurah Rai masuk dalam daftar 10 bandara tersibuk di Asia Tenggara dengan kapasitas 1,30 juta kursi penerbangan. (Foto: Dok. kabarbali.id)

DENPASAR, KABARBALI.ID  – Tiga bandara utama di Indonesia berhasil menembus daftar 10 bandara tersibuk di kawasan Asia Tenggara pada periode Juli 2026. Capaian ini berdasarkan laporan terbaru penyedia data penerbangan global, Official Airline Guide (OAG).

Ketiga bandara tersebut adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Tangerang, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) di Bali, serta Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG) di Makassar.

Bandara Soekarno-Hatta mencatatkan performa gemilang dengan menempati posisi kedua di Asia Tenggara. Bandara utama gerbang Indonesia ini mengantongi kapasitas 3,32 juta kursi penerbangan terjadwal, sekaligus sukses menggeser posisi Bandara Internasional Kuala Lumpur (KUL) Malaysia.

Sementara itu, pintu gerbang pariwisata Pulau Dewata, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, kokoh bertengger di peringkat kesembilan. Bandara Ngurah Rai mencatatkan total kapasitas sebesar 1,30 juta kursi penerbangan sepanjang Juli 2026.

Melengkapi daftar tersebut, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar mengamankan posisi kesepuluh dengan raihan kapasitas 953.513 kursi penerbangan terjadwal.

Adapun posisi puncak bandara tersibuk di Asia Tenggara masih dipegang oleh Bandara Changi Singapura (SIN) yang mencatatkan kapasitas sebanyak 3,56 juta kursi.

Kendati Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Sultan Hasanuddin tercatat mengalami sedikit penurunan kapasitas jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya, keberhasilan tiga gerbang udara Indonesia menembus jajaran 10 besar menegaskan peran vital Indonesia dalam peta konektivitas dan transportasi udara di kawasan Asia Tenggara.  (Kab/red).

kabar Lainnya