Keren! Satu Tiang Butuh 120 Kg Sampah, Bupati Buleleng Resmikan Plang Nama Jalan Ramah Lingkungan di Titik Nol

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meresmikan plang nama jalan dari olahan sampah plastik di Jalan Pahlawan

BULELENG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menelurkan inovasi ramah lingkungan dalam tata kelola kebersihan kota. Langkah kreatif tersebut diwujudkan melalui peluncuran dan peresmian pemasangan plang nama jalan unik yang seluruh material utamanya diproduksi dari hasil pemanfaatan serta pengolahan daur ulang sampah plastik residu.

Prosesi peresmian dan pemasangan perdana tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra. Agenda peluncuran ini dipusatkan di kawasan strategis titik nol kilometer, tepatnya di simpang Jalan Pahlawan, Singaraja, Kamis (25/6/2026).

“Langkah ini merupakan bentuk inovasi dari Pemkab Buleleng yang bekerja sama dengan Rumah Plastik Indonesia. Kolaborasi ini hadir sebagai solusi nyata dalam menangani permasalahan lingkungan melalui pemanfaatan hasil olahan daur ulang sampah plastik,” kata Bupati I Nyoman Sutjidra.

Spesifikasi Teknis: Satu Tiang Plang Menyerap 120 Kg Sampah Plastik

Bupati Sutjidra membeberkan bahwa produk fasilitas publik ramah lingkungan ini memiliki daya serap material limbah yang sangat tinggi. Karakteristik ini dinilai efektif dalam membantu mereduksi volume tumpukan sampah plastik di hilir secara masif.

Berikut adalah spesifikasi teknis dan keunggulan dari material tiang nama jalan inovatif tersebut:

Daya Serap Limbah: Setiap satu unit tiang plang nama jalan membutuhkan pasokan sekitar 120 kilogram (kg) sampah plastik kering siap olah.

Komposisi Material: Spesifikasi ketahanan tiang ini sangat luar biasa, di mana 98 persen dari keseluruhan material pembentuk tiang murni memanfaatkan plastik hasil daur ulang.

Melalui formula tersebut, tiang yang dihasilkan tidak hanya memiliki durabilitas yang kuat terhadap perubahan cuaca ekstrem di pesisir, tetapi juga secara estetika tetap rapi untuk mempercantik tata ruang kota Singaraja.

Ekspansi ke 10 Titik Strategis hingga Pelabuhan Tua Buleleng

Pemanfaatan plang nama jalan ramah lingkungan ini dipastikan tidak hanya berhenti dan terpasang di kawasan Jalan Pahlawan saja. Pemkab Buleleng telah merancang peta jalan perluasan pemanfaatan produk ekonomi sirkular ini ke sejumlah ruang publik lainnya.

Dalam waktu dekat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat bersama mitra terkait dijadwalkan akan melanjutkan pemasangan serupa secara bertahap di 10 titik lokasi jalan protokol lainnya di seputaran kota.

Bahkan sebagai target jangka panjang, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa cetak biru (blueprint) proyek penataan estetika di kawasan cagar budaya Pelabuhan Tua Buleleng ke depannya juga akan diwajibkan untuk memanfaatkan infrastruktur hasil inovasi daur ulang berbasis lingkungan ini.

Melalui gerakan terintegrasi ini, Pemkab Buleleng optimistis dapat mengedukasi masyarakat secara visual bahwa sampah jika dikelola dengan ekosistem yang tepat mampu berubah menjadi barang fasilitas umum yang bernilai guna tinggi. (Kar/Kab).

kabar Lainnya