KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bencana kekeringan, krisis air bersih, serta ancaman kebakaran lahan yang diproyeksikan berlangsung hingga Desember 2026.
Langkah ini diambil guna merespons peringatan mengenai potensi fenomena Godzilla El Nino yang dapat memicu musim kemarau lebih panjang dan ekstrem dari biasanya.
Kepala Pelaksana (Kalaksana) BPBD Klungkung, I Putu Widiada, mengungkapkan bahwa potensi ancaman utama selama musim kemarau di wilayah Klungkung berfokus pada krisis air bersih dan kebakaran lahan.
Kawasan yang menjadi perhatian khusus meliputi sejumlah desa di Kecamatan Dawan—seperti Desa Pikat dan Gunaksa—serta wilayah daratan di Kecamatan Nusa Penida.
“Sesuai arahan Bapak Bupati, meskipun dengan keterbatasan anggaran daerah, kita tetap harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat dan sigap membantu warga. Langkah antisipasi seperti normalisasi sungai untuk persiapan musim hujan hingga rencana pembuatan senderan di perbatasan Gianyar-Klungkung terus kita siapkan,” ujar I Putu Widiada, Jumat (14/8/2026).
Putu Widiada menjelaskan, pemataan strategi mitigasi ini berpedoman pada Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau yang sempat digelar pada Kamis (16/7/2026) lalu di Kantor BPBD Klungkung.
Melalui Rakor tersebut, berbagai langkah penanganan intensif lintas sektor telah disepakati :
Pencegahan Kebakaran Lahan & Sampah: Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung bersama Dinas Kehutanan Bali memperketat pengawasan di titik rawan, seperti Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan kawasan hutan Nusa Penida (Desa Suana, Pejukutan, Tanglad, dan Sekartaji). Armada penyiraman serta tandon air di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) disiagakan untuk mencegah terulangnya insiden kebakaran sampah.
Jaminan Pasokan Air Bersih: Perumda Air Minum Panca Mahottama memastikan kapasitas produksi sumur dalam masih memadai. Untuk wilayah Nusa Ceningan, pemenuhan air mengandalkan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), sementara armada truk tangki disiapkan menyuplai wilayah blind spot krisis air.
Sektor Pertanian & Cadangan Pangan: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali bersama Pemkab Klungkung menyiapkan bibit padi tahan kering, buffer stock pestisida ramah lingkungan, serta perbaikan irigasi subak.
“Pemkab juga tengah mengkaji kaji laksana penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Klungkung yang tercatat sebesar 2.334 ton di tahun 2026 agar dapat terdistribusi tepat sasaran saat darurat,” jelas Widiada.
Menghadapi potensi kemarau yang lebih kering, BPBD Klungkung mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, tidak membakar sampah atau rumput secara sembarangan, serta bijak menggunakan pasokan air bersih. (Sta-Kab).