BADUNG, KABARBALI.ID – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung memproyeksikan akan terjadi lonjakan pendaftar yang sangat signifikan pada jalur domisili dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri tahun ajaran 2026. Jalur zonasi berbasis tempat tinggal ini diprediksi menjadi muara utama sebagian besar calon siswa karena mengantongi porsi daya tampung paling besar.
Pemerintah Kabupaten Badung sendiri secara total menyediakan kuota daya tampung mencapai 8.386 kursi untuk siswa SMP baru di seluruh wilayah gumi keris. Sesuai jadwal linimasa, pendaftaran untuk jalur domisili ini resmi dibuka secara serentak mulai hari Kamis, 25 Juni 2026 ini.
“Biasanya, nanti semua sisa pendaftar yang belum kebagian tempat bisa masuk ke jalur domisili ini. Apalagi daya tampung total kuota yang kami sediakan itu mencapai 8.386 kursi,” kata Sekretaris Disdikpora Badung, Rai Twistyanti Raharja, Rabu (24/6/2026).
Prediksi terjadinya penumpukan dan serbuan pendaftar di jalur domisili ini bukan tanpa alasan. Hal ini berkaca dari hasil seleksi dua jalur tahap awal, yakni mutasi (perpindahan orang tua) dan afirmasi, yang persentase kelulusannya terbilang sangat kecil akibat ketatnya verifikasi berkas.
Dari total 9.794 siswa yang tercatat melakukan registrasi di tahap awal tersebut, panitia daerah mengumumkan hanya ada 224 pendaftar yang berkas administrasi dan persyaratannya dinyatakan lolos dan diterima.
“Hasil kelulusan yang relatif kecil pada dua jalur awal itu karena ketatnya persaingan yang sudah sesuai dengan kuota yang ditetapkan. Terbanyak yang terserap baru 105 siswa melalui jalur perpindahan orang tua (mutasi) dan 119 siswa dari jalur afirmasi,” papar Rai Twistyanti.
Untuk diketahui oleh Semeton pembaca, kebijakan pembagian persentase kelulusan SPMB SMP di Kabupaten Badung tahun ini dibagi ke dalam empat jalur utama secara berjenjang demi mewujudkan komitmen pemerataan kualitas pendidikan:
• Jalur Mutasi (Perpindahan Orang Tua): Dialokasikan sebesar 5 persen (Sudah rampung).
• Jalur Afirmasi (Siswa Kurang Mampu/Disabilitas): Dialokasikan sebesar 20 persen (Sudah rampung).
• Jalur Prestasi (Akademik & Non-Akademik): Dialokasikan sebesar 25 persen (Sedang berjalan sejak 22 Juni).
• Jalur Domisili (Zonasi Tempat Tinggal): Alokasi porsi terbesar yakni 40 persen (Dibuka mulai 25 Juni).
Antisipasi Kendala Sistem, Disdikpora Siapkan Kanal Khusus
Demi memitigasi potensi gangguan server atau kendala teknis akibat membeludaknya arus pendaftaran daring (online) di jalur domisili, Disdikpora Badung mengklaim telah menyiapkan ruang komunikasi dan posko pengaduan khusus terpusat agar masyarakat bisa mendapatkan asistensi langsung secara cepat.
Sebelumnya, pada hari-hari pertama pembuatan akun, panitia daerah sempat menerima sejumlah laporan kendala ringan dari para orang tua murid, seperti gangguan sistem pada laman pendaftaran yang menyebabkan tombol “klik mendaftar” tidak berfungsi.
“Kendala-kendala teknis didiskusikan di kanal pengaduan tersebut, namun sementara hingga saat ini astungkara masih berjalan lancar. Terkait masalah tidak bisa klik mendaftar pada sistem, hal itu sudah ditindaklanjuti dan langsung selesai setelah calon siswa dipandu oleh operator di masing-masing kecamatan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, rangkaian SPMB SMP di Badung bergulir selama dua bulan penuh. Proses pembuatan akun mandiri dan unggah dokumen telah dilewati pada 12 Mei hingga 11 Juni 2026. Pendaftaran daring secara umum masih terus dibuka hingga 12 Juli 2026 mendatang dengan durasi buka sistem masing-masing jalur selama 30 hari. (Gus-Kab).