Cocok untuk Buka Usaha dan Bikin Peraturan ! Ini Rincian Lengkap Dewasa Ayu Senin 28 September 2026

Dewasa Ayu

KABARBALI.ID – Masyarakat Bali senantiasa menggunakan padewasan atau Ala-Ayuning Dewasa sebagai petunjuk hari baik dan hari kurang baik dalam merencanakan berbagai aktivitas, mulai dari membangun, memulai usaha, hingga menggelar upacara keagamaan.

Berdasarkan perhitungan Wariga dan Kalender Hindu Bali, hari Senin, 28 September 2026 membawa energi positif yang sangat baik (dewasa ayu) bagi semeton yang berencana membuka tempat usaha baru, mencari nafkah, maupun membuat kesepakatan atau aturan hukum (awig-awig).

Berikut rincian lengkap padewasan (Ala-Ayuning Dewasa) untuk Senin, 28 September 2026:

Hari Baik (Dewasa Ayu) Menurut Padewasan

  • Amertayoga: Hari yang bernilai sangat baik untuk memulai kegiatan pembangunan, mencari nafkah (pengupa jiwa), serta merintis atau meresmikan usaha/perusahaan baru.

  • Dauh Ayu: Sangat baik dipergunakan untuk merumuskan awig-awig, peraturan-peraturan, atau undang-undang, serta baik untuk kegiatan fisik pembangunan.

  • Pepedan: Baik dimanfaatkan untuk membuka lahan pertanian baru.

  • Kala Rebutan: Hari baik untuk membuat tempat berjualan, membuat sarana/alat penyimpanan barang dagangan, membuat alat penangkap ikan, hingga memasang kungkungan.

  • Kala Jangkut: Baik untuk membuat peralatan penangkap ikan seperti pencar dan jaring, serta membuat senjata.

  • Taliwangke: Sangat baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau kebun, memperbaiki pagar, dan membuat tali pengikat padi atau benda-benda mati.

  • Kala Gumarang Munggah: Baik untuk melangsungkan upacara Bhuta Yadnya.

  • Kala Jengking: Waktu yang tepat untuk mulai belajar seni tari (menari), menabuh gamelan, serta membuat alat penangkap ikan seperti bubu, seser, dan jaring.

Aktivitas yang Perlu Dihindari (Ala Dewasa)

Meskipun membawa banyak keberkahan untuk bidang usaha dan aturan, ada beberapa tantangan (ala) yang perlu dihindari pada hari ini:

  • Pernikahan & Manusa Yadnya: Kala Jengking menandakan kondisi tidak baik untuk melangsungkan upacara Manusa Yadnya, pernikahan (pawiwahan), maupun potong rambut.

  • Bercocok Tanam & Pertanian: Kala Mereng dan Kala Sor menandakan hari kurang baik untuk bercocok tanam serta pekerjaan yang berhubungan langsung dengan tanah seperti membajak atau membuat terowongan. Selain itu, Kala Gumarang Munggah menyarankan untuk tidak menanam sirih dan tembakau.

  • Kerajinan Besi & Tenun: Pepedan kurang baik untuk membuat peralatan dari besi, sementara Taliwangke menyarankan untuk menghindari pengerjaan benang tenun dan pembuatan tali ternak.

Unsur Unsur Penanggalan Lainnya

Pengetahuan mengenai Ala-Ayuning Dewasa ini menjadi tuntunan spiritual dan budaya agar segala daya dan upaya masyarakat senantiasa berjalan selaras dengan alam semesta (Harmani Tri Hita Karana). (Kab/Red).

kabar Lainnya