KABARBALI.ID – Bagi masyarakat Bali, menghitung dan memilih hari baik (padewasan) sebelum memulai suatu aktivitas merupakan tradisi turun-temurun yang bersumber dari ilmu Wariga. Untuk Kamis (2/7/2026), penanggalan tradisional Bali mencatatkan sejumlah indikator penting yang mengatur aktivitas pertanian, peternakan, hingga upacara adat.
Berdasarkan kompilasi penanggalan Ala-Ayuning Dewasa, hari ini dipengaruhi oleh kombinasi Pararasan Laku Air, Pancasuda Bumi Kepetak, Ekajalaresi Tininggalin Suka, serta Pratiti Separsa.
Secara garis besar, hari ini memiliki nilai positif (ayuning) yang sangat baik untuk sektor perkebunan buah-buahan dan hortikultura tertentu. Namun, terdapat pantangan (ala) yang cukup kuat untuk memulai pekerjaan krusial atau kegiatan spiritual keagamaan.
Berikut adalah rincian lengkap Ala-Ayuning Dewasa untuk Kamis, 2 Juli 2026:
Kala Lutung Megandong & Lutung Megandong: Hari yang sangat baik untuk menanam pijer (bibit kelapa yang baru tumbuh), tanaman buah-buahan, serta tanaman jenis umbi-umbian.
Dadig Krana: Sangat baik dimanfaatkan untuk menanam tanaman tebu dan mentimun.
Corok Kodong: Hari yang baik bagi para nelayan atau pengrajin untuk mulai membuat jaring penangkap ikan.
Geni Rawana: Baik untuk memulai segala jenis pekerjaan yang menggunakan atau mengolah api (seperti usaha kuliner, pandai besi, atau pembakaran).
Uncal Balung: Memiliki pengaruh buruk yang melarang masyarakat untuk memulai semua jenis pekerjaan yang dianggap penting atau sakral.
Bojog Munggah: Tidak baik digunakan untuk menanam tanaman pangan utama seperti padi dan jagung.
Dadig Krana (Pantangan): Tidak baik untuk menyelenggarakan upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan penting (rapat), serta melakukan hubungan suami istri (berenggama).
Geni Rawana (Pantangan): Tidak baik untuk memasang atau mengatapi rumah, melakukan upacara melaspas, serta bercocok tanam secara umum.
Kala Rumpuh: Mengindikasikan larangan untuk pindah rumah (ngingsir) serta tidak baik untuk mulai memelihara hewan ternak baru seperti ayam, itik, sapi, kerbau, kambing, maupun babi.
Titibuwuk: Walaupun baik untuk proses pengobatan atau menghilangkan penyakit akibat guna-guna, hari ini tidak baik untuk memulai pekerjaan penting, bepergian jauh, serta membuat tangga atau banggul.
Melihat banyaknya unsur pantangan (seperti Uncal Balung dan Dadig Krana), masyarakat disarankan untuk lebih fokus pada aktivitas perawatan kebun atau pengobatan, serta menunda agenda pemindahan rumah maupun pelaksanaan rapat besar agar kegiatan dapat berjalan harmonis di kemudian hari. (Kab)