Ala Ayuning Dewasa 26 Agustus 2026: Hari Baik Potong Rambut, Pantang Melaksanakan Wiwaha dan Ngaben

Hari Baik Potong Rambut

KABARBALI.ID – Berdasarkan perhitungan kalender tradisional Bali (wariga), Rabu (26/8/2026) bertepatan dengan Kajeng Kliwon Enyitan. Hari ini memiliki tatanan ala ayuning dewasa atau perhitungan hari baik dan buruk yang relevan untuk memandu berbagai aktivitas krama Bali, mulai dari upacara manusa yadnya hingga urusan pertanian.

Secara umum, perhitungan unsur Pararasan hari ini adalah Laku Surya, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, dan Pratiti: Jati.

Berdasarkan nilai ala ayuning dewasa, berikut adalah rincian hari baik (dewasa ayu) untuk melakukan berbagai kegiatan:

  • Manusa Yadnya & Pertanian: Hari ini sangat baik (dewasa ayu) untuk melaksanakan upacara potong rambut (Cintamanik). Selain itu, hari ini juga tepat untuk menanam tumbuhan buah-buahan (Kajeng Rendetan), serta membibit, menanam, maupun menyimpan padi di lumbung (Srigati Jenek).

  • Pembuatan Alat & Bangunan: Sangat baik untuk membuat bendungan atau saluran irigasi (Banyu Urug & Lebur Awu), membuat pencar, jaring, senjata (Kala Jangkut), serta membuat ranjau, pagar, maupun peranti perangkap (Kala Kutila Manik).

  • Kegiatan Spiritual & Kebatinan: Bertepatan dengan Kajeng Kliwon Enyitan, hari ini baik untuk memulai pembuatan sesikepan atau benda yang memiliki kekuatan gaib. Hari ini juga tepat untuk memuja pitra dan menebang kayu (Kala Buingrau).

Kendati demikian, krama Bali diimbau untuk memperhatikan beberapa pantangan penting pada hari ini:

  • Pantangan Utama (Yadnya & Pernikahan): Tidak disarankan untuk menggelar karya ayu atau yadnya besar, serta pelaksanaan atiwa-tiwa atau ngaben (Kaleburau).

  • Pantangan Bangunan & Wiwaha: Dilarang melaksanakan upacara wiwaha (pernikahan), pertemuan penting, membangun rumah, maupun mengatapi rumah (Lebur Awu dan Kala Buingrau).

  • Pantangan Sumur: Tidak baik untuk memulai penggalian atau pembuatan sumur (Banyu Urug).

Adanya pengaruh Panca Prawani, Purwani, dan Purwanin Dina menuntut krama untuk lebih cermat dan bijaksana dalam memilih hari apabila hendak menggelar hajatan atau upacara besar. (Kab/Red).

kabar Lainnya