

KABARBALI.ID – Perhitungan wariga dalam kalender tradisional Bali tidak hanya berfungsi untuk menentukan hari baik (ala ayuning dewasa), tetapi juga memberikan gambaran mengenai gambaran watak, kepribadian, hingga potensi rezeki seseorang berdasarkan hari kelahirannya.
Bagi krama Bali yang lahir pada Buda Keliwon Matal (Rabu Keliwon Wuku Matal), kombinasi energi wewaran, wuku, lintang, hingga pararasan membentuk sosok pribadi yang berwibawa, berwawasan luas, sekaligus berjiwa pemimpin.
Berdasarkan pengaruh Wewaran dan Lintang Tiwa-tiwa, orang yang lahir pada hari ini dikenal memiliki tutur kata serta penampilan yang sangat sopan. Kepribadiannya yang santun membuat mereka mudah disukai dan memikat simpati orang di sekitarnya.
Mereka cenderung menghindari tutur kata kasar. Meski demikian, karakter Lintang Tiwa-tiwa terkadang membuat mereka rentan mengalami salah paham atau putus asa, walau ketika marah emosinya cenderung cepat mereda.
Pengaruh Wuku Matal di bawah naungan Dewa Sakri memperkuat watak tegas, cerdas, dan cekatan dalam bekerja. Pemilik wuku ini dikenal memiliki rezeki yang baik, berjiwa halus, serta berpegang teguh pada prinsip (konsekuen).
Namun, terdapat sisi yang perlu diwaspadai: mereka memiliki sifat yang cukup angkuh, sukar dikendalikan, dan tidak suka diperintah secara langsung.
Sementara itu, unsur Pararasan Laku Surya dan Pratiti Jati memberikan sinar kewibawaan yang kuat. Mereka digambarkan sebagai sosok berotak encer, pandai memberi nasihat atau penerangan, berani, jujur, serta setia kawan. Di tempat kerja maupun organisasi, sosok ini kerap dicintai oleh atasannya.
Kendati memiliki modal kepribadian yang unggul, pengaruh Pancasuda Lebu Katiup Angin dan Astawara Brahma mengingatkan agar kelahiran ini senantiasa melatih ketenangan hati. Sifat peragu, perasaan terombang-ambing, serta ledakan emosi saat dicela menjadi tantangan utama yang harus dikendalikan agar usahanya dapat berjalan sukses. (Kab/Red).