Awas Salah Wadi dan Carik Walangati ! Simak Pantangan dan Hari Baik Padewasan Sabtu 7 November 2026

Aktifitas masyarakat Bali. foto : Getty Images/kabarbali.id
Preferensi Google

KABARBALI.ID – Dalam tradisi penanggalan Hindu dan wariga di Bali, penetapan ala-ayuning dewasa (hari baik dan buruk) selalu menjadi acuan penting bagi masyarakat sebelum merencanakan berbagai kegiatan, baik di bidang pertanian, pertukangan, maupun aktivitas sosial. Berdasarkan kalender Bali untuk hari Sabtu, 7 November 2026, terdapat sejumlah petunjuk padewasan penting yang patut disimak.

Rincian Dewasa Baik dan Buruk (Ala-Ayuning Dewasa)

Berdasarkan rincian wariga pada hari tersebut, terdapat beberapa pantangan serta petunjuk aktivitas yang perlu diperhatikan:

  • Carik Walangati (Alahing dewasa 3): Dinyatakan tidak baik untuk melaksanakan upacara pernikahan atau wiwaha, pelaksanaan atiwa-tiwa/ngaben, serta memulai pembangunan rumah.

  • Geni Rawana (Alahing dewasa 2): Baik untuk segala jenis pekerjaan yang menggunakan unsur api. Namun, dewasa ini tidak baik digunakan untuk mengatapi rumah, melaspas, maupun bercocok tanam.

  • Kala Beser (Alahing dewasa 4): Baik untuk menyadap tirta (air suci) serta mengasah taji atau tombak. Tidak baik untuk membuat empangan/bendungan serta membicarakan hal-hal yang sifatnya rahasia.

  • Kala Caplokan (Alahing dewasa 3): Sangat baik untuk membuat alat-alat penangkap ikan seperti pancing (kail), jala, jaring, bubu, serta menyiapkan bahan untuk umpan.

  • Macekan Wadon (Alahing dewasa 2): Baik untuk membuat taji, tombak, keris, serta berbagai peralatan penangkap ikan.

  • Salah Wadi (Alahing dewasa 3): Merupakan hari yang tidak baik untuk melaksanakan kegiatan Manusa Yadnya (seperti pernikahan, mapendes atau potong gigi, potong rambut, dll.) maupun Pitra Yadnya (seperti penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan upacara pitra yadnya lainnya).

  • Sampi Gumarang Turun (Alahing dewasa 4): Dinilai baik untuk memulai kegiatan menanam padi, jagung, serta membangun rumah.

  • Sri Bagia (Alahing dewasa 3): Merupakan hari baik untuk memulai membina persahabatan atau relasi sosial.

Karakter dan Pengaruh Astrologi Pendukung

Selain rincian dewasa di atas, hari tersebut juga diwarnai oleh unsur-unsur penanggalan pendukung berikut:

  • Pararasan (Laku Air): Menggambarkan karakter yang tenang, menyejukkan, mengalir, serta fleksibel dalam menghadapi berbagai situasi.

  • Pancasuda (Wisesa Segara): Melambangkan kekuasaan, wibawa yang luas seluas samudra, serta memiliki hati yang pemaaf dan berjiwa besar.

  • Ekajalaresi (Manggih Suka): Membawa makna memperoleh kesenangan atau kebahagiaan.

  • Pratiti (Bhawa): Menjadi pengingat dalam siklus kehidupan spiritual, di mana bhawa berkaitan dengan proses kelahiran kembali atau perwujudan karma yang perlu disikapi dengan laku bijak.

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan petunjuk wariga ini agar setiap kegiatan yang dilakukan berjalan lancar dan mendatangkan kerahayuan. (Kab/Red).

kabar Lainnya