Bidik 116 Emas di PORJAR 2026, DPRD Tekankan Fasilitas Olahraga hingga Tingkat Desa

KONI dan Dispora Gianyar matangkan strategi hadapi PORJAR 2026 dan PORPROV 2027 bersama DPRD

GIANYAR, KABARBALI.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Gianyar menggelar rapat kerja strategis dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Gianyar, Selasa (28/4/2026). Pertemuan ini fokus mematangkan persiapan menghadapi dua ajang bergengsi: Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Bali 2026 dan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Bali 2027.

Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, I Putu Pebriantara, menegaskan bahwa legislatif berkomitmen penuh mengawal program kerja KONI demi menjaga martabat olahraga Gianyar di kancah provinsi.

PORJAR Sebagai Pondasi Generasi Emas

Pebriantara menekankan bahwa PORJAR bukan sekadar kompetisi tahunan, melainkan ajang pertaruhan regenerasi atlet. Gianyar menargetkan mampu menembus posisi tiga besar pada PORJAR yang akan berlangsung 5-10 Juni 2026 mendatang.

“Kesiapan harus menyeluruh, mulai dari sarana prasarana, jaminan BPJS bagi atlet, hingga pemusatan latihan. Ini adalah investasi untuk menggantikan atlet senior di masa depan,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dispora Gianyar, Wayan Wirasa, memaparkan target ambisius yakni 116 medali emas. Sebanyak 590 atlet pelajar dari jenjang SD hingga SMA/SMK akan dikirimkan untuk bertarung di ajang tersebut.

Puslag dan Target Tiga Besar PORPROV 2027

Di sisi lain, Ketua KONI Gianyar, Dewa Gede Alit Mudiarta, telah menyiapkan skema Pemusatan Latihan Atlet Gianyar (Puslag). Program ini dijadwalkan berlangsung intensif mulai Juli hingga Desember 2026, diawali dan diakhiri dengan tes fisik ketat.

“Melalui Puslag, kami optimis dapat mempertahankan posisi tiga besar pada PORPROV 2027 yang akan digelar di Kabupaten Buleleng,” ungkap Dewa Alit.

Pemerataan Fasilitas dan Kualitas Pelatih

Dukungan juga datang dari anggota Komisi IV, Ida Bagus Gaga Adi Saputra dan Cok. Gde Agung Kusuma Putra. Mereka menyoroti pentingnya pemerataan fasilitas olahraga hingga ke tingkat kecamatan dan desa agar motivasi berprestasi tumbuh dari akar rumput.

Selain infrastruktur, peningkatan kualitas pelatih melalui sertifikasi menjadi poin krusial. “Sulit bicara prestasi tanpa dukungan fasilitas memadai dan SDM pelatih yang mumpuni. Pembinaan harus berkelanjutan, bukan sekadar event sesaat,” tutur Cok. Gde Agung.

Rapat kerja ini diharapkan menjadi katalisator sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan Gianyar sebagai barometer prestasi olahraga di Bali. (Tut-Kab)

kabar Lainnya