

TABANAN, KABARBALI.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan menerjunkan tim untuk meninjau dan mengambil sampel dari lokasi sumber mata air yang selama ini digunakan serta diminum langsung oleh masyarakat setempat. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan standar kesehatan dan kelayakan konsumsi air bersih bagi warga.
Dari total 40 titik mata air yang teridentifikasi di Kabupaten Tabanan, sebanyak enam titik di antaranya menjadi prioritas utama pengambilan sampel laboratorium karena langsung dimanfaatkan warga sebagai air minum sehari-hari.
Kepala DLH Kabupaten Tabanan, I Made Surya Darma, mengonfirmasi bahwa pengujian sampel laboratorium kesehatan ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup melalui Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat.
“Keenam mata air diambil sampelnya selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium kesehatan untuk mengetahui kualitas air,” ujar I Made Surya Darma.
Adapun enam lokasi sumber mata air (beji) yang menjadi sasaran pengujian kualitas air tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Tabanan, meliputi:
Kecamatan Kediri: Sumber mata air di Beji Peninjaoan (Desa Abiantuwung) dan Beji Kahyangan Demung.
Kecamatan Tabanan: Beji Mumbul Dukuh, Beji Sudamala Pura Dalem Purwa Kubontingguh, serta Beji Selaka (Desa Buruan).
Kecamatan Marga: Beji Melanting Watudungkuh.
Made Surya Darma menjelaskan bahwa penilaian kesehatan sumber mata air ini bertujuan mengumpulkan data serta informasi faktual di lapangan. Hasil uji laboratorium nantinya menjadi dasar pertimbangan strategis Pemkab Tabanan dalam menyusun rencana perlindungan serta pengelolaan ekosistem mata air secara berkelanjutan.
Program penilaian kesehatan mata air ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang berlangsung di Pulau Bali, Jawa, dan Sumatra Barat dengan total 90 titik sampel. Bali dan Jawa masing-masing menyumbang 40 titik sumber mata air.
Pemerintah berharap hasil dari pengujian ini dapat memberikan kepastian keamanan kesehatan bagi masyarakat yang memanfaatkan sumber air alami tersebut.
“Kita masih menunggu hasilnya, mudah-mudahan layak konsumsi,” ungkap Surya Darma. (Rizky-Kab).