Dipicu Alkohol dan Ruangan Over-Kapasitas, Tiga Kelompok WNA Terlibat Keributan Massal di Bar Kuta Utara

Viral video keributan massal antarkelompok WNA di restoran Jade by Todd English, Tibubeneng, Kuta UtaraTerlibat Keributan Massal di Bar Kuta Utara

BADUNG, KABARBALI.ID — Sebuah rekaman video amatir viral memperlihatkan keributan massal antarkelompok pengunjung warga asing yang saling baku hantam hingga melempar fasilitas kursi dan meja di dalam sebuah bar di kawasan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Aparat kepolisian dari Polres Badung bergerak cepat mendalami insiden tersebut. Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, mengonfirmasi bahwa peristiwa mencekam itu terjadi pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 01.40 Wita, namun rekaman videonya baru viral di media sosial belakangan ini.

“Kami langsung selidiki perkelahian antarkelompok warga negara asing itu. Tempat kejadian perkara (TKP) tepatnya di restoran Jade by Todd English di Jalan Pemelisan Agung, Desa Tibubeneng, Kuta Utara,” terang AKBP Joseph Edward Purba saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).

Dipicu Pengaruh Alkohol dan Kapasitas Ruangan yang Sempit

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan pemeriksaan saksi, polisi mengungkapkan bahwa keributan massal ini dipicu oleh kesalahpahaman antarpengunjung yang sudah berada di bawah pengaruh konsumsi alkohol. Kondisi psikis yang tidak stabil tersebut diperparah oleh situasi ruangan yang terlampau padat.

Mantan Kapolres Karangasem itu menyebutkan, tata ruang restoran kurang ideal untuk menampung lonjakan pengunjung yang datang menjelang larut malam, sehingga gesekan fisik antar-individu sulit dihindarkan.

“Ruangan berukuran 20 meter dikali 30 meter dengan fasilitas 41 meja ini dinilai kurang representatif apabila harus menampung pengunjung yang jumlahnya melampaui 100 orang dalam satu waktu bersamaan,” sebut Joseph.

Provokasi Gelas Melayang dan Dugaan Isu Rasial

Pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi sedikitnya ada tiga kelompok WNA berbeda yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut. Cekcok mulut awalnya pecah karena persinggungan ego kelompok yang diduga kuat berkaitan dengan isu rasial.

Ketegangan verbal itu seketika berubah menjadi anarki fisik akibat adanya aksi provokasi sepihak di lokasi kejadian. Menurut kesaksian di lapangan, salah satu tamu asing tiba-tiba melemparkan gelas kaca hingga mendarat dan melukai wajah pengunjung dari kelompok lain.

“Jadinya aksi saling balas antar-kelompok. Karena situasi pecah dan memanas, keributan akhirnya meluas seperti yang terlihat di dalam video siber,” ungkap saksi mata.

Polisi tidak menampik adanya kelalaian pengawasan kerumunan dari pihak penyelenggara. Berdasarkan data manifes digital, total pergerakan tamu yang keluar masuk lokasi acara hiburan musik malam itu terpantau mencapai 462 orang sepanjang malam.

Akibat peristiwa ini, ruangan restoran mengalami kerusakan parah, lantai dipenuhi pecahan botol kaca, serta beberapa tamu dilaporkan menderita luka-luka fisik. (Gus-Kab).

kabar Lainnya