

GIANYAR, KABARBALI.ID – Bupati Gianyar I Made Mahayastra secara resmi menyampaikan Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2026.
Penyampaian tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gianyar yang dipimpin oleh Ketua DPRD I Ketut Sudarsana di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar, Senin (7/9/2026).
Bupati Mahayastra memaparkan bahwa target Pendapatan Daerah dalam Rancangan Perubahan APBD TA 2026 direncanakan mencapai Rp 3,414 triliun lebih.
Postur pendapatan daerah tersebut ditopang dominan oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 2,431 triliun lebih (71,21 persen), Pendapatan Transfer sebesar Rp 980,040 miliar lebih (28,71 persen), serta Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar Rp 3,00 miliar (0,09 persen).
“Rencana PAD dalam Rancangan Perubahan APBD TA 2026 sebesar Rp 2,431 triliun lebih mengalami peningkatan sebesar Rp 33,633 miliar lebih atau naik 1,40 persen dibandingkan PAD Induk 2026,” ujar Mahayastra.
Sebaliknya, Pendapatan Transfer dalam Rancangan Perubahan APBD TA 2026 yang direncanakan sebesar Rp 980,040 miliar lebih mengalami penurunan sekitar Rp 30,759 miliar lebih atau berkurang 1,72 persen dibanding anggaran induk.
Di sisi lain, Kabupaten Gianyar berhasil mendapatkan suntikan dana segar dari pemerintah pusat senilai Rp 3,00 miliar yang masuk dalam postur Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah.
“Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar Rp 3,00 miliar berupa pendapatan hibah dari pemerintah pusat yang merupakan apresiasi atas prestasi Gianyar pada kategori penanggulangan kemiskinan, penurunan stunting, serta kategori Creative Financing,” ungkap Bupati Gianyar.
Dari sisi pengeluaran, Belanja Daerah pada Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar TA 2026 dirancang sebesar Rp 4,336 triliun lebih, atau turun sebesar Rp 52,290 miliar lebih dari Anggaran Induk yang sebelumnya berada di angka Rp 4,388 triliun lebih.
Rincian alokasi belanja daerah meliputi Belanja Operasi sebesar Rp 2,358 triliun lebih (54,40 persen), Belanja Modal Rp 1,594 triliun lebih (36,76 persen), Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp 9,056 miliar lebih (0,21 persen), dan Belanja Transfer Rp 373,989 miliar lebih (8,63 persen).
Dengan proyeksi tersebut, rancangan perubahan ini mencatatkan defisit anggaran sebesar Rp 921,956 miliar lebih karena rencana pendapatan fokus diarahkan untuk membiayai berbagai program sektor prioritas masyarakat.
“Hal tersebut terjadi karena proyeksi rencana pendapatan lebih kecil dibandingkan dengan rencana belanja. Namun defisit anggaran perubahan tahun 2026 tersebut akan ditutupi seluruhnya dari pembiayaan netto sebesar Rp 921,956 miliar lebih,” tegas Mahayastra.
Bupati menambahkan bahwa Pengeluaran Pembiayaan dalam Perubahan APBD 2026 dialokasikan sebesar Rp 85,588 miliar lebih, yang akan dimanfaatkan untuk Penyertaan Modal Daerah senilai Rp 10 miliar serta Pembayaran Cicilan Pokok Utang Jatuh Tempo sebesar Rp 75,588 miliar lebih. (Tut-Kab).