

KARANGASEM, KABARBALI.ID – Proses pembangunan Pura Pedarman Sira Arya Gajah Para Pretara Sira Arya Getas yang berlokasi di kawasan suci Pura Penataran Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, terus menunjukkan perkembangan positif.
Pembangunan tempat ibadah bersejarah bagi pratisentana (keturunan) Arya Gajah Para dan Arya Getas ini meliputi penataan pelinggih utama, pengerjaan angkul-angkul, gelung kori, hingga pemasangan ornamen ukiran khas Bali.
Ketua Umum Pusat AGPAG, I Ketut Suadnyana, menyampaikan bahwa seluruh tahapan konstruksi dan pemugaran fisik berjalan sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan.
“Proses pembangunan hingga saat ini terus berjalan, baik membangun pelinggih utama, gelung kori, hingga ornamen pelengkap bangunan suci bersejarah ini,” ujar Ketut Suadnyana saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Suadnyana menambahkan, pengerjaan fisik saat ini juga difokuskan pada pembangunan ulang bangunan Meru Tumpang Sia (9) yang sempat mengalami musibah kebakaran akibat tersambar petir pada awal Januari 2026 lalu.
Keberhasilan dan kelancaran proses pembangunan ini tidak lepas dari wujud gotong royong serta dukungan (support) krama Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Bratara Sira Arya Getas yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara.
Selain itu, apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bali serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali yang turut memfasilitasi kelancaran pemugaran pura pedarman tersebut.
“Target kami tahun 2027 pembangunan tuntas secara keseluruhan, sehingga pada Purnama Kedasa bulan April 2028 mendatang kita bisa melaksanakan Karya Agung Ngenteg Linggih,” terang mantan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung ini.

Sejak purnatugas dari birokrasi, Suadnyana mengaku memfokuskan pikirannya untuk memantau langsung perkembangan di lapangan dari hari ke hari, sekaligus menyapa para semeton yang tangkil (hadir) melakukan persembahyangan maupun ngaturang punia.
“Punia dari pasemetonan terus mengalir masuk ke rekening kas” imbuhnya.
Tidak hanya fokus pada fisik bangunan, penataan lingkungan suci (landscape) pura juga memperhatikan petunjuk sastra agama Hindu.
“Sejak kemarin sudah ditanam sejumlah pohon tanaman landscape sesuai ketentuan sastra dan menambah estetika pura, seperti pohon bodhi, intaran, walisongo, majegau, nagasari, hingga jepun,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Suadnyana memohon doa restu dan dukungan berkelanjutan dari seluruh semeton agar pembangunan Pura Pedarman Sira Arya Gajah Para Pretara Sira Arya Getas dapat terwujud dengan sempurna, sida karya lan purna. (Sta-Kab).