DENPASAR, KABARBALI.ID – Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 tidak hanya sukses menjadi panggung pelestarian budaya kolosal, melainkan juga menjelma sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang masif. Selama satu bulan penuh pelaksanaan, ajang tahunan ini berhasil memecahkan rekor kunjungan sekaligus mencetak transaksi ekonomi bernilai fantastis.
Data infografis tersebut dibeberkan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, saat menutup secara resmi perhelatan seni terbesar di Pulau Dewata ini di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Sabtu (11/7/2026) malam.
Berdasarkan data tabulasi per tanggal 11 Juli 2026 siang, jumlah kunjungan fisik ke area Art Center menyentuh angka 1.822.857 orang. Angka ini melonjak tajam sekitar 200.000 pengunjung dibandingkan capaian tahun 2025 yang berada di angka 1,6 juta jiwa. Menariknya, dari total pergerakan tersebut, terdapat 5.743 orang wisatawan mancanegara (wisman) yang hadir langsung menonton pementasan, atau naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu yang hanya menarik 2.400 wisman. Antusiasme digital juga meledak, di mana penonton live streaming melalui kanal YouTube PKB menembus 2.124.927 tayangan.
Peningkatan signifikan tidak hanya terjadi pada bangku penonton, melainkan juga dari sisi ekosistem pelaku seni. Gubernur Koster mencatat jumlah lembaga, sanggar, sekaa, atau komunitas seni yang terlibat pada PKB ke-48 ini mencapai 673 kelompok. Angka ini naik tajam dari tahun 2025 yang hanya mencakup 517 lembaga seni.
Banyaknya sanggar yang berpartisipasi otomatis mendongkrak jumlah seniman yang terlibat di atas panggung, yakni mencapai 20.929 personel (mengalami kenaikan sekitar 900 lebih pelaku seni dibanding tahun lalu). Kelompok ini sukses menyajikan 879 pertunjukan seni budaya adiluhung, melompat jauh dari tahun sebelumnya yang hanya menelurkan 529 sajian karya seni.
Di balik kemegahan taksu seni budaya Bali, PKB 2026 terbukti menjadi ruang pameran dan etalase kriya bermutu tinggi yang menyejahterakan masyarakat. Melalui sinergi Kandarupa (Pameran Seni Rupa) serta Pameran IKM Bali Bangkit, para perajin lokal didorong naik kelas untuk menyajikan produk premium dengan nilai jual yang pantas.
Dampaknya langsung terasa pada kantong para pelaku usaha mikro. Data per tanggal 10 Juli 2026 menunjukkan akumulasi omset penjualan dari 124 pelaku usaha di gerai Pameran IKM Bali Bangkit sukses menyentuh Rp11.271.843.966,00 (Rp11,2 miliar).
Sektor perut juga tidak kalah bergairah. Area Pameran Kuliner Tradisional Bali yang diisi oleh 75 stan makanan khas Nusantara dan Bali berhasil meraup total omset transaksi senilai Rp5.067.733.000,00 (Rp5,06 miliar). Jika digabungkan, total perputaran uang tunai dari sektor kerajinan dan kuliner murni selama PKB 2026 menembus lebih dari Rp16,3 miliar.
“Jadi esensi dari Pesta Kesenian Bali tahun ini berjalan sangat seimbang. Selain menjadi ruang sakral apresiasi seni budaya, kita secara nyata ikut mendorong pertumbuhan ekonomi bagi pelaku IKM dan para pedagang kuliner tradisional khas Bali,” pungkas Gubernur Koster yang tercatat mengawal langsung dengan menonton pertunjukan hingga 16 kali selama masa pementasan. (Bag-Kab).