KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Klungkung Tahun Pelajaran 2026/2027 telah merampungkan rekapitulasi data kelulusan.
Hasilnya, daya tampung sekolah di wilayah Klungkung secara umum masih sangat melimpah, ditandai dengan tersisanya ribuan kuota bangku kosong yang tidak terpenuhi oleh jumlah pendaftar.
Berdasarkan data resmi rekapitulasi SPMB Klungkung 2026, total kapasitas daya tampung (kuota kebutuhan) gabungan untuk jenjang SD dan SMP mencapai 7.513 kursi. Namun, akumulasi jumlah pendaftar yang masuk hanya menyentuh angka 5.451 siswa, sehingga menyisakan sebanyak 2.234 kuota lowong di berbagai kecamatan.
Merespons dinamika tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung, I Ketut Sujana, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menjamin seluruh anak di Klungkung mendapatkan akses pendidikan dasar yang layak. Bagi calon siswa yang masih tercecer atau belum mendapatkan sekolah, pihak dinas akan langsung mengambil langkah taktis.
“Untuk yang belum diterima, kita akan distribusi ke sekolah yang terdekat dengan KK atau tempat tinggalnya,” ujar Ketut Sujana, Kamis (9/7/2026).
Secara terperinci, dinamika serapan siswa baru pada masing-masing jenjang satuan pendidikan di Kabupaten Klungkung adalah sebagai berikut:
Jenjang Sekolah Dasar (SD) Dari total kebutuhan kuota sebanyak 4.313 kursi yang tersebar di Kecamatan Dawan, Klungkung, Banjarangkan, dan Nusa Penida, jumlah pendaftar yang tercatat adalah sebanyak 2.808 anak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.636 siswa dinyatakan resmi diterima pada sekolah tujuan. Akibatnya, terdapat sisa kuota yang cukup besar, yakni sebanyak 1.677 bangku SD yang kosong di seluruh kabupaten.
Kecamatan Dawan: Kuota 646, pendaftar 472, diterima 457, sisa 189 kursi.
Kecamatan Klungkung: Kuota 1.137, pendaftar 951, diterima 828, sisa 309 kursi.
Kecamatan Banjarangkan: Kuota 896, pendaftar 505, diterima 493, sisa 403 kursi.
Kecamatan Nusa Penida: Kuota 1.634, pendaftar 880, diterima 858, sisa 776 kursi.
Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Kondisi serupa juga membayangi jenjang SMP di Klungkung. Dari target total kebutuhan sebanyak 3.200 kuota siswa baru melalui berbagai jalur seleksi (prestasi, afirmasi, mutasi, dan domisili), jumlah pendaftar yang teregistrasi mencapai 2.643 orang. Seluruh pendaftar tersebut berhasil terserap di sekolah negeri tujuan, namun menyisakan sisa daya tampung kosong sebanyak 557 kursi.
Beberapa sekolah perkotaan terpantau kelebihan pendaftar, namun klaster sekolah pinggiran dan kepulauan masih kekurangan murid. Bahkan di SMPN 1 Semarapura pendaftar mencapai 509 sedangkan diterima 288 saja dengan 9 rombel, 32 siswa per rombel. Di SMPN 2 pendaftar lebih banyak yakni 526 dengan diterima 288 saja dengan 9 rombel, 32 siswa per rombel.
“Fenomena kami di Klungkung, nanti siswa yang belum dapat kursi digeser ke sekolah terdekat sesuai KK,” imbuh Sujana.
Menurutnya keinginan orang tua menyekolahkan anak-anak mereka di Kota bukan alasan karena standar pendidikan di semua sekolah sama.
Kebijakan distribusi berbasis domisili KK yang dicanangkan Disdikpora Klungkung ini diharapkan mampu menyeimbangkan ketimpangan jumlah murid antar-sekolah, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas ruang kelas yang telah disediakan oleh negara. (Sta-Kab).