Kejar Pelaku Pembunuhan Pedagang Lawar Godel, Polisi Telusuri Rekaman CCTV dan Periksa 13 Saksi

Petugas angkat korban dari dalam air (inzert korban semasa hidup gunakan kalung yang hilang). foto/ist

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klungkung terus bergerak cepat mengupas tabir misteri pembunuhan sadis yang menimpa I Nyoman Cita (50) alias Nyoman Colik, seorang warga sekaligus pedagang lawar godel asal Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.

Memasuki hari keempat pasca-penemuan jasad korban yang mengambang di Sungai Bubuh pada Kamis (2/7/2026) lalu, aparat kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti krusial baru di sekitar lokasi kejadian perkara, Senin (6/7/2026).

Barang bukti teranyar yang ditemukan tim penyidik berupa satu buah sandal bagian kanan serta selembar celana dalam yang diduga kuat merupakan milik almarhum Nyoman Colik.

“Sebelumnya di awal olah TKP, tim telah menemukan satu sandal bagian kiri dan handphone milik korban. Sekarang, ada temuan baru berupa satu sandal bagian kanan dan celana dalam yang diduga kuat milik korban. Seluruh temuan baru ini langsung kami kirim dan lakukan pengecekan intensif di Laboratorium Forensik (Labfor),” terang Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, Senin (6/7/2026).

Tewas Akibat 4 Luka Tusukan Benda Tajam

Selain membeberkan temuan barang bukti baru, pihak Polres Klungkung secara resmi merilis hasil autopsi  jenazah Nyoman Colik.

Berdasarkan pemeriksaan tim medis forensik, dipastikan bahwa korban mengembuskan napas terakhir akibat tusukan senjata tajam yang membabi buta. Tim forensik menemukan sedikitnya ada empat titik luka tusuk fatal di tubuh pedagang lawar tersebut.

“Hasil autopsi secara otentik menunjukkan bahwa korban meninggal dunia murni akibat luka kekerasan benda tajam,” tegas Dewa  Alit.

https://kabarbali.id/ada-luka-tusuk-pedagang-nasi-lawar-ditemukan-mengapung-disungai/

Periksa 13 Saksi, Polisi Buru Pakaian dan Emas 70 Gram yang Raib

Hingga sore ini, penyidik Satreskrim Polres Klungkung tercatat telah memeriksa total 13 orang saksi guna dimintai keterangan.

Saksi-saksi tersebut meliputi pihak keluarga, warga yang pertama kali menemukan jasad korban, sejumlah pedagang pakaian, hingga para pedagang emas di wilayah Klungkung dan sekitarnya.

Pihak kepolisian juga tengah mendalami rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang draf jalur pelarian yang dicurigai.

okus penyelidikan polisi saat ini mengarah pada motif perampokan disertai pembunuhan (curas). Pasalnya, saat jasad korban ditemukan dalam kondisi setengah telanjang mengapung di alur sungai, pakaian luar berupa baju dan celana panjang milik korban terbukti hilang.

Tak hanya itu, perhiasan mewah berupa kalung emas seberat 70 gram yang biasa melingkar di leher korban juga raib digondol pelaku.

Pihak kepolisian meminta dukungan penuh dari masyarakat luas, khususnya warga yang  beraktivitas di sekitar wilayah Banjarangkan dan perbatasan Desa Negari-Lepang, untuk membantu menyumbang draf petunjuk.

“Kami sangat berharap partisipasi dari masyarakat sekitar. Mohon bisa memberikan informasi sekecil apa pun kepada tim penyidik kami di lapangan, guna membantu mempercepat draf pengungkapan kasus pembunuhan ini secara gamblang,” pungkasnya. (Sta-Kab)

@kabarbali.id

Hingga hari ini pelaku p3mbvnvhan Pak Man Colik dagang lawar Godel di Klungkung belum ditemukan. Keluarga gelar upacara Nebus Atma dan mencaru dilokasi terakhir mandi dan ditemukan. keluarga Berharap Pelaku segera tertangkap #kabarbali #kriminal #klungkung

♬ Sedih menyentuh hati – Yuda Pratama

kabar Lainnya