KLUNGKUNG, KABARBALI.ID — Musibah kebakaran melanda tempat suci di kawasan kepulauan Nusa Penida. Pura Puseh Desa Adat Nyuh Kukuh, yang terletak di Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, terbakar hebat pada Jumat (10/7/2026) siang.
Amukan si jago merah dengan cepat membesar dan menghanguskan sejumlah bangunan pelinggih suci yang sebagian besar beratapkan bahan mudah terbakar seperi ijuk dan kayu.
Peristiwa pilu tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 14.00 WITA setelah melihat kepulan asap tebal membumbung tinggi dari area dalam pura.
Menyadari adanya kebakaran, Jero Bendesa Desa Adat Nyuh Kukuh, I Wayan Lugra, langsung bergerak cepat menghubungi kepolisian minta bantuan.
Polsek Nusa Penida langsung berkoordinasi secara cepat dengan petugas Unit Pemadam Kebakaran setempat untuk terjun ke lokasi kejadian. Bersama dengan warga adat bergotong-royong, petugas gabungan akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api secara total pada pukul 17.30 WITA hingga situasi dinyatakan benar-benar aman dan kondusif.
Sembilan Bangunan Pelinggih Rusak Berat
Akibat musibah kebakaran ini, sebanyak sembilan bangunan pelinggih utama di Pura Puseh mengalami kerusakan sangat berat akibat dilalap api. Bangunan suci yang terbakar di antaranya:
Pelinggih Meru Tumpang 7
Pelinggih Penyimpenan
Pelinggih Pengaruman
Pelinggih Gedong Mas Catu
Pelinggih Gedong Mas Cari
Pelinggih Gedong Menjangan Seluang
Pelinggih Gedong Saraswati
Pelinggih Gedong Harta
Pelinggih Gedong Taksu
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Kendati demikian, kerugian material berupa kerusakan bangunan sakral beserta ornamen ukiran di dalamnya diperkirakan menembus angka sekitar Rp 1,5 Miliar.
Diduga Dipicu Sisa Api Upacara yang Tertiup Angin
Berdasarkan hasil keterangan awal dan olah tempat kejadian perkara oleh pihak kepolisian, bencana kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh sisa pembakaran banten (sarana upakara) yang belum padam sepenuhnya usai aktivitas persembahyangan.
Kondisi cuaca dengan hembusan angin laut yang cukup kencang di wilayah pesisir Nusa Penida memicu percikan api merembet cepat ke area atap ijuk pelinggih terdekat.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, menegaskan bahwa jajarannya telah melakukan serangkaian langkah mitigasi cepat mulai dari pengamanan TKP, membantu proses evakuasi dan pemadaman, hingga melakukan pendataan menyeluruh.
Pihaknya juga memberikan imbauan keras kepada seluruh krama masyarakat agar lebih waspada terhadap penggunaan api terbuka, terutama seusai menggelar ritual keagamaan di pura.
“Kesigapan dan kebersamaan seluruh pihak, baik TNI-Polri, Damkar, dan warga menjadi kunci dalam mengendalikan situasi sore ini. Kami mengajak masyarakat untuk selalu waspada, pastikan bara api sisa upacara benar-benar padam sebelum ditinggalkan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tegas Kompol Kesuma Jaya.(Sta-Kab).