Jamin Hak Anak Warga Binaan, Pemkab Badung Luncurkan Program “SIGAP EMAS” di Lapas Perempuan Kerobokan

Bunda PAUD Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat kegiatan Safari Kesehatan sekaligus peluncuran resmi program “SIGAP EMAS” di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Kamis (3/9).

BADUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui gerakan Badung Peduli menegaskan komitmennya dalam menjangkau pelayanan kesehatan dan pemenuhan hak anak balita bawaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Safari Kesehatan sekaligus peluncuran resmi program inovatif bertajuk “SIGAP EMAS” (Sinergi Pendampingan Tumbuh Kembang Anak Bawaan Warga Binaan pada Periode Emas), Kamis (3/9/2026).

Acara yang dipusatkan di Lapas Perempuan Kerobokan tersebut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Bali Andi Wijaya Rivai, Kepala Lapas Perempuan Kerobokan Ni Luh Putu Andiyani, jajaran pimpinan OPD Badung, serta tim akademisi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) lintas sektor untuk memastikan pendampingan nutrisi, psikologis, dan kesehatan anak balita di lingkungan pemasyarakatan berjalan berkelanjutan.

Soroti Perlindungan Psikologis dan Transisi Anak Bawaan Lapas

Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap kondisi psikologis dan masa depan anak-anak yang terpaksa ikut tinggal bersama ibunya di dalam lapas.

Mengingat regulasi membatasi usia anak bawaan di dalam lapas maksimal tiga tahun, ia mendorong disusunnya mekanisme transisi yang halus dan humanis sebelum anak terpisah dari sang ibu.

“Anak-anak ini tidak pernah memilih untuk berada di sini. Karena keadaan, mereka terpaksa tinggal hingga batas usia tiga tahun. Kita harus memikirkan psikologis anak ketika nanti harus berpisah dengan ibunya,” ujar Rasniathi Adi Arnawa, Kamis (3/9/2026).

Ia menyarankan agar secara berkala, seperti pada akhir pekan, anak-anak dapat dikenalkan dengan lingkungan luar atau berkumpul bersama keluarga besar di rumah guna mempermudah proses adaptasi sosial mereka kelak.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dampingi Warga Binaan

Selain pemenuhan hak anak, Nyonya Rasniathi mengapresiasi tingginya mutu produk olahan pangan seperti keripik tempe hingga tas kerajinan tangan hasil karya warga binaan yang dinilai berdaya saing di pasar.

Ia menegaskan agar program SIGAP EMAS tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial belaka, melainkan harus dikawal secara konsisten lewat pemantauan berkala.

Melalui sinergi SIGAP EMAS, Dinas Kesehatan, DP2KBP3A Badung, bersama akademisi Psikologi Unud dan Lapas Perempuan Kerobokan akan menggelar layanan Posyandu rutin, pemeriksaan kesehatan berkala, pendampingan psikologis, hingga pelatihan keterampilan kerja secara terpadu. (Gus-Kab).

kabar Lainnya