Karya Ngenteg Linggih di Pura Maspahit Canggu, Bupati Adi Arnawa Penandatanganan Prasasti dan Serahkan Hibah Rp800 Juta

Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Medasar Caru Rsi Gana dan Caru Panca Rupa, Pura Maspahit, Br. Kayutulang, Canggu, Kuta Utara, Rabu (12/8).

BADUNG, KABARBALI.ID– Krama pengempon Pura Maspahit, Banjar Kayutulang, Desa Adat Canggu, Kuta Utara, menggelar Puncak Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Medasar Caru Rsi Gana dan Caru Panca Rupa pada Rahina Tilem Sasih Karo, Rabu (12/8/2026).

Rangkaian upacara sakral tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Anggota DPRD Badung I Made Suryananda Pramana, Camat Kuta Utara Nyoman Tirtayasa, Perbekel Desa Adat Canggu I Wayan Suarya, Bendesa Adat Canggu I Nyoman Siana, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa melakukan penandatanganan prasasti karya serta menyerahkan bantuan dana hibah Pemkab Badung sebesar Rp800 juta guna mendukung kelancaran upacara keagamaan masyarakat.

Dalam sambrama wacana-nya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong warga Desa Adat Canggu sehingga rangkaian karya agung dapat berjalan lancar (labda karya sida purna sida sidaning don).

Di hadapan krama pengempon, Adi Arnawa juga memaparkan berbagai langkah strategis Pemkab Badung dalam menata kawasan pariwisata Canggu, khususnya terkait penanganan kemacetan lalu lintas dan penegakan hukum terhadap pelanggaran tata ruang.

“Canggu adalah daerah tujuan wisata yang berkembang luar biasa. Namun, kita harus tegas terhadap pelanggaran tata ruang, seperti bangunan yang melanggar sempadan jalan atau sungai. Jika dibiarkan, wisatawan tidak akan merasa nyaman lagi, dan hal itu akan menurunkan kunjungan,” tegas Adi Arnawa.

Guna mengurai kemacetan kawasan Kuta Utara, Pemkab Badung berencana menerapkan sistem arus satu arah (one-way system) dari timur ke barat. Selain menyiapkan anggaran perbaikan jalan hingga ratusan miliar rupiah, Pemkab Badung bahkan telah berdiskusi dengan konsultan internasional untuk mematangkan konsep pembangunan jalur bawah tanah (underground) menuju jalur utama seperti Jalan Gatot Subroto.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa keberhasilan penataan pariwisata berbanding lurus dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung yang per 31 Juli 2026 telah terealisasi sebesar Rp4,1 triliun.

Tingginya PAD tersebut dipastikan langsung dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program jaminan sosial dan pendidikan gratis dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/sederajat, baik negeri maupun swasta.

“Kami tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ekosistemnya. Kesejahteraan krama dan masa depan pendidikan anak-anak kita di Badung harus berjalan beriringan dengan kemajuan pariwisatanya,” tutupnya. (Gus-Kab).

kabar Lainnya