GIANYAR, KABARBALI.ID – Persoalan sampah sisa upacara yang kerap menjadi dilema di Bali justru berubah menjadi berkah di tangan I Kadek Kamardiyana.
Berkat inovasi pengolahan limbah upacara menjadi pakan ternak, Kepala Lingkungan Panglan, Desa Pejeng ini dianugerahi penghargaan Citra Karya Raksita 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, dalam rangkaian peringatan HUT ke-255 Kota Gianyar yang dipusatkan di Alun-Alun Gianyar, Minggu (19/4/2026).
Inovasi ini tidak muncul begitu saja. Kamardiyana menuturkan bahwa idenya lahir saat pandemi Covid-19 menghantam, di mana biaya pakan ternak melonjak tajam. Melihat limbah upacara seperti penek, jaje sarad, dan sisa sarana lainnya melimpah namun belum terkelola, ia mulai melakukan eksperimen fermentasi.
“Limbah upacara di Bali cukup banyak dan belum dikelola maksimal. Dari situ saya mencoba mengolahnya menjadi pakan ternak melalui proses fermentasi untuk menekan biaya pakan yang sempat naik drastis,” ujar Kamardiyana, Jumat (1/5/2026).
Melalui proses eksperimen panjang, Kamardiyana akhirnya menemukan formulasi pakan ternak berbasis limbah yang tepat. Hasilnya tidak hanya menghemat biaya produksi peternak, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masalah sampah di tingkat desa.
Limbah yang dulunya terbuang dan mencemari lingkungan kini memiliki nilai ekonomis. Inovasi ini sekaligus mendorong pola pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Tak hanya aktif sebagai perangkat desa, Kadek Kamardiyana juga merupakan pendiri komunitas Mai Organic. Komunitas ini fokus pada pengembangan sistem pertanian terintegrasi (integrated farming) yang menggabungkan sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan.
Kini, Mai Organic mulai dikembangkan sebagai destinasi pariwisata berbasis edukasi, yang mengajak generasi muda untuk kembali mencintai dunia pertanian organik dan pelestarian lingkungan.
Bagi Kamardiyana, penghargaan Citra Karya Raksita ini merupakan bukti bahwa kesungguhan dalam mencari solusi dari masalah sederhana di sekitar kita dapat melahirkan perubahan besar bagi masyarakat luas. (Tut-Kab).