

KABARBALI.ID – Berdasarkan perhitungan kalender tradisional Bali, Kamis, 27 Agustus 2026 bertepatan dengan kriteria pararasan Laku Bintang, pancasuda Satria Wibawa, ekajalaresi Manggih Suka, serta pratiti Bhawa. Hari ini memiliki nilai dewasa ayu (hari baik) untuk berbagai aktivitas perdagangan, keagamaan, hingga bercocok tanam.
Masyarakat Hindu di Bali meyakini bahwa pemilihan dewasa atau hari baik berpengaruh pada kelancaran dan keselamatan dalam melaksanakan suatu kegiatan (karya).
Kombinasi Sedana Yoga menjadikan hari ini sangat menguntungkan bagi krama yang ingin memulai usaha perniagaan, membuat tempat atau sarana berdagang, karena dipercaya membawa kelancaran rezeki.
Selain itu, keberadaan Amerta Wija dan Dewasa Mentas mendukung pelaksanaan upacara Dewa Yadnya, penyucian diri, memberikan petuah atau nasihat bijak, hingga menanam biji-bijian serta pembangunan fisik.
Kendati demikian, terdapat beberapa pantangan (ala) yang perlu diperhatikan. Kala Sudukan menandai bahwa hari ini tidak baik untuk memindahkan orang sakit. Sementara keberadaan Kala Beser juga menjadi pantangan untuk membuat bendungan atau membicarakan hal-hal yang bersifat rahasia.
Amerta Wija: Baik untuk melaksanakan upacara Dewa Yadnya serta menanam biji-bijian. (Alahing dewasa 2)
Dewasa Mentas: Baik untuk melaksanakan segala macam yadnya, upacara penyucian (pembersihan), memberi petuah/nasihat, petunjuk jalan yang berguna, serta memulai pembangunan. (Alahing dewasa 2)
Sedana Yoga: Sangat baik untuk membuat alat dan tempat berdagang, serta mulai berjualan karena mendatangkan rezeki yang murah. (Alahing dewasa 2)
Tutur Mandi: Baik untuk melakukan hal yang bersifat spiritual/gaib (kedyatmikan) dan memberikan petuah. (Alahing dewasa 3)
Pamacekan: Baik untuk mengerjakan sawah/tegalan dan membuat tombak penangkap ikan. Namun, tidak baik untuk melaksanakan yadnya. (Alahing dewasa 2)
Pepedan: Baik untuk membuka lahan pertanian baru, tetapi tidak baik membuat peralatan dari besi. (Alahing dewasa 3)
Taliwangke: Baik untuk memasang tali penghambat di sawah/kebun, memperbaiki pagar, serta membuat tali pengikat padi. Tidak baik untuk mulai menenun benang atau membuat tali ternak. (Alahing dewasa 3)
Ratu Nanyingal: Baik untuk menanam pepaya. (Alahing dewasa 3)
Kala Bancaran: Baik untuk membuat senjata, taji, atau pisau pengiris nira. (Alahing dewasa 3)
Kala Beser: Baik untuk menyadap tirta dan mengasah senjata/taji. Tidak baik membuat empangan/bendungan serta membicarakan hal rahasia. (Alahing dewasa 4)
Kala Sudukan: Tidak baik untuk memindahkan orang sakit karena menunjukkan unsur perombakan. (Alahing dewasa 3) (Kab/Red).