KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Seorang pria asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) bernama Adi Setiawan (29) menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan brutal oleh sejumlah orang tidak dikenal di Jalan Jepun, Kelurahan Semarapura Klod, tepatnya di area belakang Pasar Galiran, Klungkung, Sabtu (13/6/2026) malam.
Imbasnya, korban mengalami luka robek di bagian bibir akibat dicabik secara paksa, serta menderita luka lebam di bagian kepala pasca-dihujani pukulan dari arah belakang. tidak terima atas tindakan kekerasan yang menimpanya, korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Klungkung.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, saat dikonfirmasi pada Minggu (14/6/2026) pagi, membenarkan adanya laporan resmi terkait tindak pidana penganiayaan itu.
“Laporan resmi sudah kami terima dari korban pada Sabtu malamm saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan intensif (lidik),” terangnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kepolisian, peristiwa bermula ketika Adi Setiawan yang berprofesi sebagai wiraswasta ini bermaksud mengirimkan komoditas bawang merah ke sebuah gudang milik Pak Nurdin yang terletak di belakang Pasar Galiran, sekitar pukul 18.50 Wita.
Sesampainya di lokasi gudang di Jalan Jepun, korban bertemu dengan seorang pekerja gudang yang dikenal dengan nama panggilan Gusti. Korban berniat langsung menurunkan dan menaruh bawang pesanan sesuai instruksi Pak Nurdin selaku pemilik gudang.
“ Gusti selaku pekerja di sana justru melarang korban secara sepihak untuk menurunkan bawang di area tersebut. Karena merasa mengemban amanah langsung dari pemilik gudang, korban memilih tidak menghiraukan larangan Gusti dan tetap bersiap menurunkan muatannya,” jelasnya.
Sikap keras kepala kedua belah pihak ini memicu adu mulut dan cekcok yang cukup sengit di depan gudang. Di tengah ketegangan tersebut, situasi mendadak berubah menjadi tindakan anarkis ketika muncul seorang perempuan tak dikenal secara tiba-tiba ke tengah keributan.
“Tanpa sebab yang jelas, perempuan yang belum diketahui identitasnya tersebut langsung merangsek maju dan memegang bibir korban secara kasar lalu mencabiknya hingga terluka dan berdarah,” paparnya.
Keadaan kian tidak terkendali ketika di saat yang bersamaan, datang dua orang pria tidak dikenal dari arah belakang korban. Kedua pria misterius ini langsung melayangkan pukulan mentah menggunakan tangan kosong yang mendarat telak di bagian kepala belakang korban.
Merasa terdesak dan terancam jiwanya oleh kepungan para pelaku, korban memilih menghentikan aktivitasnya lalu mengambil langkah seribu melarikan diri dari TKP untuk menyelamatkan diri dari amukan massa yang lebih parah.
Polisi memastikan telah mengantongi keterangan dari saksi kunci di lokasi kejadian bernama Yati (29), seorang pedagang yang tinggal di sekitar Jalan Jepun.
“Kasus sedang didalami Satreskrim dan pengejaran terhadap para terlapor guna memastikan motif utama di balik aksi pengeroyokan massal tersebut,” pungkasnya. (Sta-Kab).