Nihil Selama Tujuh Hari, Tim SAR Resmi Hentikan Pencarian Dua Korban Tenggelam di Pantai Kuta

Petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) saat memantau pergerakan ombak dalam operasi hari terakhir pencarian korban terseret arus di Pantai Kuta, Badung, Sabtu (13/6/2026) sore.

BADUNG, KABARBALI.ID –  Setelah melakukan upaya maksimal tanpa henti selama sepekan penuh, Tim SAR Gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian dan pertolongan terhadap dua orang korban yang dilaporkan tenggelam di Pantai Kuta, Kabupaten Badung. Keputusan penghentian pergerakan unsur taktis gabungan ini diambil pada Sabtu (13/6/2026) sore sekitar pukul 16.00 Wita.

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Juni Antara, menerangkan bahwa penutupan operasi gabungan terpaksa dilakukan karena hingga hari ketujuh, tim di lapangan sama sekali tidak menemukan tanda-tanda atau petunjuk yang mengarah pada keberadaan kedua korban.

” akan bergeser pada fase pemantauan pasif dan koordinasi lintas sektoral terkait perkembangan informasi yang terjadi lebih lanjut,” jelasnya.

Juni menegaskan bahwa Basarnas bersama seluruh unsur potensi SAR sebetulnya telah menguras seluruh komando daya dan upaya. Pada operasi pemungkas di hari ketujuh, tim gabungan bahkan masih mengerahkan tiga jenis Alat Utama (Alut) SAR modern dengan memetakan luasan area pencarian (search area) yang sangat masif:

  • Penyisiran Jalur Udara: Mengerahkan satu unit Helikopter Bell 412 milik SGi dengan radius jangkauan area pencarian paling luas mencapai 8,21 NM² (Nautical Mile persegi).
  • Penyisiran Laut Dalam: Menggunakan unit Rubber Boat (perahu karet) Basarnas dengan cakupan luasan area penyisiran ombak mencapai 3,31 NM².
  • Penyisiran Jalur Dangkal & Surf Zone: Menugaskan armada Jetski Balawista Badung untuk bermanuver di area pecahan ombak pantai dengan luasan mencapai 3,16 NM².

Kendati posko utama dan pergerakan personel gabungan telah ditarik, pihak Basarnas menaruh harapan besar kepada ekosistem maritim lokal demi kelanjutan penemuan korban. Pihak SAR mengimbau secara terbuka kepada kelompok nelayan tradisional, pelaku wisata pesisir, serta masyarakat luas yang beraktivitas di sekitar perairan selatan Bali untuk ikut memantau.

Jika ada warga atau nelayan yang melihat, menemukan, atau mencurigai keberadaan objek yang menyerupai korban di tengah laut, diminta untuk segera melakukan pelaporan cepat ke Kantor Basarnas Bali agar proses evakuasi darurat bisa langsung diterjunkan. ( Sar-Kab).

 

kabar Lainnya