Sebatang Kara dan Tanpa BPJS, Pemuda Asal Medan Sakit Parah di RSUD Klungkung Butuh Uluran Tangan

Kondisi Teungku di RSUD Klungkung butuh uluran tangan. Foto/ist

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Nasib pilu tengah dialami oleh Tengku Erlangga Indra Surya, seorang pemuda perantau asal Jalan I Binjai Estate, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Pria yang berstatus yatim piatu ini kini hanya bisa terbaring lemas menahan sakit parah di ruang perawatan RSUD Kabupaten Klungkung, Bali, tanpa didampingi oleh satu pun anggota keluarga.

Di tengah kondisi kesehatan yang memprihatinkan dan keterbatasan finansial, Tengku Erlangga beruntung mendapatkan uluran tangan dari seorang warga lokal yang peduli, Ni Kadek Emiati (Emik). Melalui komunitas ” Komunitas Sahabat”, Kadek Emiati secara sukarela meluangkan waktu untuk mendampingi dan mengurus seluruh kebutuhan harian Tengku selama berada di rumah sakit.

Melihat beban biaya perawatan yang kian membengkak, Kadek Emi berinisiatif membuka keran penggalangan donasi terbuka dari masyarakat luas.

Dana yang terkumpul nantinya akan dialokasikan penuh untuk membiayai pengobatan medis mandiri serta ongkos pemulangan Tengku ke kampung halamannya di Sumatera Utara.

“Beliau tidak punya siapa-siapa di sini (Bali). Saya mencoba membantu semampu saya, tetapi biaya pengobatan dan biaya untuk pulang ke Binjai tentu tidak sedikit. Karena itu kami membuka donasi agar ada masyarakat yang tergerak untuk membantu,” ujar Kadek Emi saat dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).

Sakit Parah, Mengundurkan Diri dari Pekerjaan, dan Tanpa Asuransi

Sebelum jatuh sakit, pria kelahiran 8 Oktober 2006 ini sempat menyambung hidup di Bali dengan bekerja sebagai karyawan di salah satu restoran pizza di kawasan Kabupaten Klungkung.

Namun, karena kondisi fisiknya yang terus menurun drastis, ia terpaksa berhenti bekerja. Setelah kehilangan pekerjaan, ia sempat ditampung sementara waktu oleh sesama warga perantauan asal Medan yang menetap di Klungkung.

Masalah kian pelik lantaran Tengku tidak mengantongi asuransi kesehatan apa pun, termasuk kepesertaan BPJS Kesehatan.

Akibatnya, seluruh skema pengobatan di rumah sakit harus ditempuh melalui jalur pasien umum atau mandiri. Kadek Emi membeberkan, tanpa jaminan kesehatan, estimasi biaya operasional dan tindakan medis di rumah sakit saat ini bisa menembus angka hingga Rp10 juta per harinya.

Penjelasan Medis Pihak RSUD Klungkung

Dikonfirmasi secara terpisah, Humas RSUD Kabupaten Klungkung, I Putu Gusti Widiasa, membenarkan bahwa pasien atas nama Tengku Erlangga Indra Surya sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit plat merah tersebut. Pasien tercatat masuk dan mulai dirawat sejak Rabu, 3 Juni 2026 lewat IGD.

“Pasien masuk dibantu oleh penanggung jawab atas nama Kadek Emiati. Berdasarkan hasil pemeriksaan klinis tim medis, pasien didiagnosa mengalami gejala batuk menahun disertai penurunan berat badan yang sangat drastis,” terangnya.

Widiasa menambahkan, saat ini Tengku Erlangga sedang mendapatkan penanganan intensif dari Dokter Spesialis Paru dan ditempatkan di ruang perawatan Sal Pikat RSUD Klungkung.

Melalui gerakan solidaritas kemanusiaan ini, Kadek Emi dan komunitas Sahabat berharap publik dapat ikut meringankan beban hidup Tengku Erlangga.

Dukungan materil maupun moril dari masyarakat luas diharapkan mampu menjadi lentera harapan baru bagi pemuda yatim piatu ini agar bisa mendapatkan hak perawatan medis yang layak, hingga nantinya dapat dipulangkan ke tanah kelahirannya di Binjai dengan selamat.(Sta-Kab).

kabar Lainnya