Resmi Tutup Bimtek 111 Peserta Jembrana, Putri Koster Wanti-wanti Kader Jangan Simpan Ilmu di Lemari

Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan peserta terbaik pada penutupan Bimtek Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026 di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (28/8/2026).(Foto: Dok. Humas Pemprov Bali / kabarbali.id)

DENPASAR, KABARBALI.ID – Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan XI Tahun 2026 resmi ditutup oleh Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinkes Bali, Jumat (28/8/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari sejak Rabu (26/8/2026) ini diikuti oleh 111 peserta asal Kabupaten Jembrana. Penutupan ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan bagi peserta terbaik oleh Ny. Putri Koster.

Dengan bertambahnya angkatan XI, total pengurus TP Posyandu di Bali yang telah mengikuti Bimtek kini mencapai 1.257 orang. Ny. Putri Koster menegaskan agar para alumni Bimtek langsung menularkan ilmu perluasan tugas Posyandu kepada kader di tingkat banjar.

“Apa yang diperoleh di sini, sosialisasikan hingga kader Posyandu yang bertugas di masing-masing banjar. Kalau apa yang diperoleh dalam Bimtek didiamkan, ya tidak akan ada gunanya,” tegas Putri Koster.

Guna menyiasati keterbatasan anggaran sosialisasi di daerah, ia menyarankan TP Posyandu bekerja sama dengan Dinas Kominfo kabupaten/kota untuk memanfaatkan media daring.

Lebih lanjut, Putri Koster mengingatkan tantangan terbesar kader saat ini adalah mengubah pola pikir (mindset) masyarakat. Posyandu yang kini berstatus sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) tidak lagi sekadar identik dengan penimbangan bayi, melainkan mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Ia meminta kader tidak berpikir rumit. Dalam tugas non-kesehatan seperti bidang pekerjaan umum, peran utama kader adalah mengidentifikasi masalah serta menyerap aspirasi warga untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pemerintah desa. (Rls/kab)

kabar Lainnya