Stok Beras Tembus 16 Juta Ton, Indonesia Akhiri Era Ketergantungan Impor ?

Indonesia raih kemajuan signifikan swasembada pangan tahun 2026

JAKARTA, KABARBALI.ID — Indonesia mencatatkan kemajuan krusial dalam peta ketahanan pangan nasional pada tahun 2026. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional, tujuh dari sepuluh komoditas pangan strategis kini sepenuhnya dipasok dari produksi dalam negeri, sekaligus mengakhiri ketergantungan pada keran impor.

Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, bawang merah, cabai, daging ayam ras, telur ayam ras, dan gula. Ketersediaan stok yang kuat ini didorong oleh peningkatan produksi domestik dan manajemen cadangan pangan yang stabil.

Stok Beras Nasional Capai Rekor

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, Dalam siaran pers resmi Bapanas, mengungkapkan bahwa posisi stok beras nasional berada dalam kondisi yang sangat aman. Proyeksi carry over stock beras hingga akhir tahun 2026 diperkirakan mencapai 16 juta ton.

“Beras kita sangat bagus. Target kita di tahun 2026, kita akan punya carry over stock ke 2027 hingga 16 juta ton. Ini angka yang sangat besar,” ujar Ketut Astawa di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Melimpahnya stok ini merupakan hasil akumulasi dari sisa stok awal tahun sebesar 12,4 juta ton ditambah proyeksi produksi tahunan yang mencapai 34,7 juta ton, jauh melampaui kebutuhan konsumsi nasional sebesar 31,1 juta ton.

Dominasi Produksi Dalam Negeri

Selain beras, jagung pakan juga telah mencapai status swasembada sejak tahun 2025. Pemerintah memastikan stok yang dikelola Perum Bulog saat ini nihil impor karena seluruh penyerapan gabah bersumber langsung dari hasil panen petani lokal.

“Cadangan beras kita di Bulog sekarang mencapai lebih dari 4 juta ton. Kami akan terus menyerap hasil panen petani. Artinya, dari sisi ketersediaan, kita sangat kuat,” tambah Ketut.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih melakukan impor terbatas untuk tiga komoditas tertentu, yakni kedelai, bawang putih, dan daging sapi. Namun, volume impor tersebut diklaim tidak lagi dominan dalam memenuhi kebutuhan pasar nasional.

Akselerasi Produksi Protein dan Karbohidrat

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Indonesia kini telah berdikari dalam penyediaan sumber karbohidrat dan protein utama. Hal ini merujuk pada realisasi neraca pangan tahun 2025 yang menjadi pondasi kokoh bagi ketahanan pangan 2026.

“Pangan kita sudah swasembada, terutama protein dan karbohidrat. Produksi daging ayam ras dan telur ayam ras terus melampaui kebutuhan konsumsi nasional,” tegas Amran dalam rapat kerja bersama DPR RI. (Kab).

kabar Lainnya