KABARBALI.id – Penentuan hari baik (Dewasa Ayu) masih menjadi pijakan utama krama Bali dalam memulai berbagai aktivitas, mulai dari urusan pertanian hingga kegiatan sosial. Berdasarkan penanggalan Bali pada Senin, 20 April 2026, terdapat sejumlah poin penting yang perlu diperhatikan terkait pantangan dan anjuran aktivitas.
Secara umum, hari ini dipengaruhi oleh Pararasan Laku Bintang dan Pancasuda Bumi Kepetak, yang secara filosofis mencerminkan ketekunan yang membuahkan hasil namun memerlukan ketelitian dalam melangkah.
Bagi masyarakat yang bergelut di sektor agraris, hari ini merupakan waktu yang sangat tepat untuk membuat alat-alat pertanian. Kala Sapuhau memberikan pengaruh baik untuk pembuatan garu, tulud, pemlasahan, hingga tenggala (bajak).
Selain itu, unsur Geni Rawana menjadikan hari ini sangat baik untuk segala jenis pekerjaan yang menggunakan api. Namun, krama diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas bercocok tanam atau mengatapi rumah pada hari ini.
Bagi Anda yang berencana mengadakan rapat atau pertemuan, Kala Katemu memberikan vibrasi positif untuk kelancaran acara. Tak hanya itu, bagi pecinta aktivitas luar ruangan, hari ini adalah waktu yang ideal untuk menangkap ikan, berburu, atau memasang jerat (mapikat).
Ada catatan merah yang perlu diperhatikan bagi krama yang hendak melaksanakan upacara besar. Berdasarkan unsur Kala Tampak dan Lebur Awu, hari ini sangat tidak baik untuk melaksanakan upacara pernikahan (Wiwaha).
Di sisi lain, Kala Sudukan juga memberikan peringatan keras untuk tidak memindahkan orang sakit. Aktivitas ini dipercaya menunjukkan unsur perombakan yang dapat berisiko bagi kondisi kesehatan pasien.
Terdapat sedikit dualitas dalam urusan ternak hari ini. Di satu sisi, Kala Upa memberikan pengaruh baik untuk mulai memelihara ternak (wewalungan), namun di sisi lain Kala Bangkung memberikan pengaruh sebaliknya. Dalam kondisi Alahing Dewasa seperti ini, kebijaksanaan dalam memilih hari lain yang lebih sinkron sangat dianjurkan.
Mengingat hari ini masuk dalam kategori Panca Prawani, masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak sembarangan mengambil keputusan besar yang bersifat Dewasa Ayu. (Kab).