

BULELENG, KABARBALI.ID – Kabupaten Buleleng kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Di tengah tantangan musim kemarau, uji coba penanaman padi varietas unggul Bridantara 8 berhasil mencatatkan produktivitas gabah kering panen (GKP) yang fantastis, yakni mencapai 10,576 ton per hektare.
Capaian gemilang ini ditandai dengan kegiatan panen bersama di lahan seluas lima hektare milik Pemerintah Kabupaten Buleleng yang berlokasi di Balai Benih Grokgak, Desa Sangalangit, Kecamatan Gerokgak, Selasa (27/10/2026). Acara ini merupakan wujud nyata kolaborasi strategis antara Pemkab Buleleng, Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN), Bank Indonesia Provinsi Bali, para petani, serta berbagai pihak pemangku kepentingan.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menyampaikan apresiasi mendalam atas inovasi dan keberhasilan program tersebut. Menurutnya, capaian di atas 10 ton per hektare merupakan peristiwa yang sangat jarang ditemui sebelumnya di wilayah Buleleng.
“Ini capaian yang luar biasa. Selama ini, kita jarang menemukan varietas padi yang mampu menghasilkan lebih dari 10 ton per hektare di Buleleng. Hasil ini menunjukkan besarnya potensi varietas unggul Bridantara 8 untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Gede Supriatna.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian tidak boleh hanya bertumpu pada hasil panen semata. Aspek pendukung seperti ketersediaan benih bermutu, pupuk, pasokan air, alat dan mesin pertanian (alsintan), adopsi teknologi modern, hingga tata kelola pascapanen dan pemasaran harus diperkuat secara terintegrasi. Perlindungan terhadap lahan pertanian pangan berkelanjutan juga menjadi prioritas agar lahan produktif tidak alih fungsi.
Sementara itu, Dewan Pembina Yayasan Swatantra Pangan Nusantara, Prof. (H.C.) Dr. Drs. Akmal Malik, M.Si., turut memberikan apresiasi atas sinergi lintas sektor yang terbangun di Buleleng. Ia menilai keberhasilan uji coba Bridantara 8 dapat direplikasi sebagai model pengembangan pertanian yang lebih luas.
“Bayangkan, dalam kondisi kemarau saja kita bisa menghasilkan sekitar 10,5 ton per hektare. Ini membuktikan bahwa dengan inovasi, kerja bersama, dan komitmen yang kuat, peningkatan produksi pangan bukan sesuatu yang mustahil,” tegas Akmal.
Akmal menekankan bahwa kemandirian pangan memerlukan gotong royong dari berbagai elemen, mulai dari pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, yayasan, hingga para petani itu sendiri agar inovasi di sektor agraris dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produktivitas petani, kegiatan panen raya ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada sejumlah subak di Buleleng:
Subak Grokgak (Desa Grokgak): Menerima 1 unit mini combine harvester.
Subak Lanyahan Jagaraga (Desa Jagaraga): Menerima 1 unit mini combine harvester.
Subak Babakan Aungan (Desa Penglatan): Menerima 1 unit mini combine harvester.
Subak Banyumala (Kelurahan Banyuasri): Menerima 2 unit traktor dan power sprayer.
Hadir mendampingi dalam kegiatan strategis tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Achmad Setyawan Syah, S.Pd., M.I.P., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng Gede Melandrat, serta Camat Gerokgak I Gede Arya Rimbawa Giri.
Melalui keberhasilan varietas Bridantara 8 ini, Pemkab Buleleng optimis dapat memperluas pemanfaatan benih unggul, mengoptimalkan aset pertanian daerah, serta mendongkrak kesejahteraan petani demi memperkuat ketahanan pangan Bali dan swasembada nasional. (Kar-Kab).